RADAR SURABAYA – Aktivitas sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur normal setelah terdampak gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8) pagi.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan sebagian besar layanan kepelabuhanan telah kembali berjalan.
Namun, Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak paling signifikan.
Pelindo kini mempercepat proses pemulihan agar fasilitas yang terdampak dapat kembali digunakan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
Berdasarkan pemeriksaan dan pemantauan di lapangan, sejumlah pelabuhan di NTT telah dapat melayani kegiatan operasional seperti biasa.
Pelabuhan Labuan Bajo dan Ende Ippi Kembali Normal
Di Pulau Flores, Pelabuhan Labuan Bajo dan Pelabuhan Ende Ippi sempat mengalami gangguan pasokan listrik atau pemadaman listrik setelah gempa terjadi.
Baca Juga: Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Turun Mulai 15 Agustus 2026, Ada Promo hingga Rp8.100
Kedua pelabuhan tersebut kini telah kembali beroperasi normal. Layanan kapal penumpang dan kapal barang, termasuk kegiatan bongkar muat, sudah dapat dilakukan seperti biasa.
Sementara itu, Pelabuhan Waingapu, Kupang, dan Kalabahi hanya mengalami dampak ringan.
Ketiga pelabuhan tersebut tidak mengalami gangguan signifikan dan seluruh layanan operasionalnya tetap berjalan normal.
Executive Director 3 Pelindo, Wahyu Widodo, mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan TNI/Polri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait dalam proses pemulihan.
“Kami memahami pentingnya keberadaan pelabuhan bagi konektivitas masyarakat dan distribusi logistik di NTT.
Karena itu, percepatan pemulihan terus kami lakukan, khususnya di Maumere. Namun, seluruh proses tersebut tetap kami laksanakan dengan mengedepankan keselamatan sehingga layanan dapat kembali normal secara aman dan optimal,” ujar Wahyu.
Dermaga 4 Pelabuhan Maumere Terdampak
Pelabuhan Maumere mengalami dampak paling signifikan, terutama pada bagian terminal dan area olah gerak kapal di Dermaga 4.
Dermaga yang melayani kapal Ro-Ro dan kapal penumpang untuk sementara belum dapat digunakan.
Saat ini, Pelindo masih melakukan pembersihan dan penanganan material di area tersebut.
Proses pembersihan dilakukan bersama pemangku kepentingan terkait, termasuk melibatkan TNI AL.
Penanganan dilakukan setelah terdapat tangga kapal yang terjatuh dan berada di area dermaga.
Pelindo terus melakukan koordinasi dan mempercepat proses penanganan agar area Dermaga 4 dapat segera dinyatakan aman dan kembali digunakan untuk melayani kapal penumpang.
Meski demikian, layanan peti kemas di Pelabuhan Maumere tetap berjalan normal.
Pelindo Prioritaskan Keselamatan
Wahyu menegaskan, percepatan pemulihan Pelabuhan Maumere tetap dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
“Untuk Pelabuhan Maumere, kami melakukan percepatan pemulihan karena terdapat bagian fasilitas yang terdampak cukup signifikan.
Kami bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan pembersihan dan penanganan agar dermaga penumpang dapat segera kembali digunakan, tentunya setelah dipastikan aman dan memenuhi aspek keselamatan,” katanya.
Pelindo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses penanganan pascagempa di NTT.
Perusahaan meminta pengertian pengguna jasa apabila masih terdapat penyesuaian layanan selama proses pemulihan Pelabuhan Maumere berlangsung.
Dengan kondisi sebagian besar pelabuhan yang telah kembali normal, Pelindo memastikan pemantauan dan penanganan terhadap fasilitas yang terdampak gempa terus dilakukan untuk menjaga kelancaran konektivitas dan distribusi logistik di NTT.(nir)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan