BMKG Catat 235 Kali Gempa Susulan di Flores, Kekuatan hingga M6.2, Warga Diminta Sangat Waspada

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:25 WIB
Petugas gabungan menangani korban gempa di Flores NTT.
Petugas gabungan menangani korban gempa di Flores NTT.

 

 

RADAR SURABAYA – Aktivitas gempa susulan masih mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 melanda wilayah utara Pulau Flores, Sabtu (15/8) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 235 kali gempa susulan hingga Sabtu (15/8) pukul 14.00 WIB. Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan bervariasi, mulai dari M2,5 hingga yang terbesar mencapai M6,2.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan tersebut terutama terjadi di wilayah utara Pulau Flores.

Baca Juga: Persebaya Menang 1-0 atas Penang FC, Pramusim 2026/2027 Ditutup dengan Kemenangan

Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan saat ini juga belum menunjukkan peluruhan yang signifikan. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya guncangan berikutnya.

Gempa susulan berkekuatan M6,2 tergolong cukup kuat dan berpotensi menimbulkan dampak, terlebih terhadap bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat gempa utama M7,7.

BMKG mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga yang berada di dalam bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa diminta tidak kembali masuk sebelum bangunan dinyatakan aman.

Gempa utama M7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.

Sementara itu, dampak gempa terus ditangani petugas gabungan. BNPB mencatat hingga Sabtu pukul 18.48 WIB sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Baca Juga: Dua Pos Lantas di Surabaya Diduga Dilempar Molotov, Satu Polisi Terluka

Korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat, Ngada dan Ende.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan. Data sementara BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada fasilitas umum, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah dan enam kantor.

Petugas gabungan masih melakukan evakuasi, pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak. Masyarakat yang rumahnya rusak atau berada di lokasi rawan juga diarahkan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. (*)

Editor : Lambertus Hurek
Gempa Flores korban gempa flores tsunami flores gempa susulan Ngada