Indonesia Tuan Rumah Pemilihan Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:38 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Rahmat Sudrajat)
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah pemilihan Presiden Asosiasi Imam Besar Internasional dalam ajang International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.

Momentum tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat diplomasi perdamaian dan harmoni antarumat beragama di tingkat global.

Hal itu disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat menghadiri Istigasah dan Tabligh Akbar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Senin (3/8).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi menuju IGIC 2026 yang akan digelar pada September mendatang di Jakarta.

Baca Juga: ‎Warga Surabaya Diminta Tidak Takut Melapor ke Satgas Anti-Premanisme jika Diancam atau Intimidasi

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa konferensi internasional yang akan digelar pada September mendatang di Jakarta akan dihadiri sekitar 400 imam besar dunia, termasuk Syekh Abdurrahman bin Abdul Aziz al-Sudais (Imam Besar Masjidil Haram di Makkah),

Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad ath-Thayyeb, serta perwakilan dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, hingga Korea Selatan.

"Insyaallah pada September nanti sekitar 400 imam besar dunia akan hadir di Indonesia. Kami mengupayakan Syekh Sudais dan Grand Syekh Al-Azhar juga dapat menghadiri konferensi ini bersama para imam besar dari berbagai negara," ujar Nasaruddin.

Menurutnya, salah satu agenda terpenting IGIC 2026 adalah pemilihan Presiden baru Asosiasi Imam Besar Internasional.

 Indonesia dipercaya menjadi lokasi penentuan kepemimpinan organisasi tersebut, yang dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat kerja sama para pemimpin agama dunia.

"Nanti kita akan mengadakan pemilihan Presiden baru Asosiasi Imam Besar Internasional di Indonesia.

Ini menjadi langkah penting untuk membangun kebersamaan, menyatukan visi dan misi, serta memperkuat semangat saling menghormati dan bertenggang rasa," katanya.

Ketua Steering Committee IGIC 2026, Irjen Pol. M. Sabilul Alif, menjelaskan konferensi akan berlangsung di Masjid Istiqlal dan Hotel Borobudur, Jakarta, dengan peserta dari sekitar 50 negara.

Sebelum digelar di Jakarta, panitia telah melakukan sosialisasi di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, dan kini Jawa Timur.

"Hari ini kami menggelar Tabligh Akbar dan seminar di Surabaya yang dihadiri hampir 11 ribu jemaah.

Imam bukan hanya pemimpin ibadah dan spiritual, tetapi juga panutan moral yang memiliki jejaring kuat di tingkat lokal, nasional, hingga global," ujarnya.

Ia berharap IGIC 2026 mampu menempatkan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia yang mengedepankan nilai harmoni, toleransi, dan perdamaian sesuai tema konferensi, Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace.

Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sudjak, mengapresiasi terpilihnya Masjid Al-Akbar sebagai lokasi rangkaian kegiatan IGIC. Ia berharap seluruh agenda konferensi berjalan lancar dan membawa keberkahan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah serta menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

"Perbedaan yang kita miliki merupakan kekuatan yang harus terus dirawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Melalui penyelenggaraan IGIC 2026, Kementerian Agama berharap Indonesia semakin diakui sebagai pusat dialog antaragama, diplomasi keagamaan, serta penggerak perdamaian dunia melalui peran strategis masjid sebagai pusat peradaban.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
IGIC 2026 Masjid Al-Akbar Surabaya Masjid Istiqlal Jakarta Konferensi imam besar dunia nasaruddin umar