Wamenhaj: Harga Komoditas dan Tiket Pesawat Jadi Tantangan Terbesar Haji 2027

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 16:38 WIB
Wamenhaj Dahnil Azhar Simanjuntak. (Rahmat Sudrajat)
Wamenhaj Dahnil Azhar Simanjuntak. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan bahwa penyelenggaraan Haji 2027 akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Kenaikan harga komoditas global dan tarif tiket pesawat diperkirakan menjadi faktor utama yang memengaruhi pelaksanaan ibadah haji tahun depan.

Hal itu disampaikan Dahnil saat memberikan pembinaan sekaligus penghargaan dalam rangka persiapan operasional Haji 1448 H/2027 M di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Senin (20/7).

Menurut Dahnil, tantangan tersebut harus direspons dengan peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan agar penyelenggaraan haji tetap berjalan optimal.

 "Kita harus terus berbenah tanpa henti, mengoreksi berbagai kekurangan, dan meningkatkan kualitas layanan," ujarnya.

Selain pembenahan sistem, Dahnil menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah harus memiliki karakter pelayanan yang berbeda dari kementerian lainnya,

yakni mengedepankan kedekatan dengan masyarakat, budaya melayani, dan komunikasi publik yang kuat.

Baca Juga: Wamen Komdigi Nezar Patria Hadir, Radar Surabaya Award 2026 Kian Semarak

Ia meminta seluruh jajaran membangun hubungan yang erat dengan calon jemaah sejak proses pendaftaran hingga kepulangan ke Tanah Air.

 "Kita harus membangun keterikatan dan silaturahmi yang kuat. Kepala kantor harus hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai jemaah dipandang sebagai komoditas. Dampingi mereka dan jadilah pengayom di wilayah masing-masing," tegasnya.

Perkuat Organisasi dan SDM

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menegaskan bahwa kebijakan tour of duty merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi.

Ia meminta seluruh pimpinan siap ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tak hanya itu, ia mendorong optimalisasi fungsi kehumasan dan media sosial sebagai sarana membangun komunikasi publik yang lebih efektif.

Penguatan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan serta pembinaan manasik kesehatan bagi calon jemaah juga menjadi perhatian utama.

Dahnil turut mengingatkan seluruh jajaran agar waspada terhadap maraknya disinformasi di era digital yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan haji.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Wiyung Berlanjut, Pemkot Surabaya Masuki Tahap Pembebasan Lahan untuk Urai Kemacetan Akses Menganti

 Ia juga meminta percepatan penataan kantor bagi satuan kerja yang masih menempati gedung lama.

Kanwil Kemenhaj Jatim Siap Tingkatkan Pelayanan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam, menyatakan arahan Wamenhaj menjadi pedoman penting bagi seluruh jajaran di daerah.

 "Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk memperkuat layanan, koordinasi, dan kedekatan dengan jemaah," katanya.

Ia menegaskan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur berkomitmen menyelenggarakan ibadah haji secara profesional dengan mengutamakan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Wamenhaj Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur dahnil anzar simanjuntak