Bentrokan Antardesa di Adonara NTT, Tiga Orang Tewas Rebutan Tanah Warisan

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 17:36 WIB
Petugas mendatangi lokasi bentrokan di Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur. (IST)
Petugas mendatangi lokasi bentrokan di Adonara Timur, Nusa Tenggara Timur. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Polisi menambah penebalan pasukan Brimob untuk mengamankan situasi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, menyusul bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak yang pecah pada Sabtu (18/7) pagi.

Bentrokan tersebut telah mengakibatkan tiga orang tewas, tujuh luka-luka dan 20 rumah warga hangus dibakar massa.

Sebanyak 34 personel dari Kompi 4 Batalyon B Brimob Maumere disiagakan di Adonara Timur untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur.

Baca Juga: Ketahuan Chat Tidak Etis di WA Group, Enam Mahasiswa Unesa Surabaya Dinonaktifkan

Wakapolres Flores Timur Kompol Ketut Mastina menjelaskan, 34 personil Brimob tersebut telah tiba sejak Sabtu (18/7) dan langsung melakukan patroli di sekitar lokasi terjadinya bentrokan antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

"Sudah tiba dari semalam dan langsung lakukan patroli sejak tiba hingga (Minggu) pagi, totalnya 34 personel," kata Ketut, Minggu (19/7).

Dia menjelaskan, pasukan Brimob tersebut ditempatkan di pos susteran yang letaknya diantara dua kubu yang bertikai. Penebalan pasukan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak.

Ketut menyatakan situasi sudah kembali pulih pasca bentrokan. Masyarakat sudah beraktivitas dengan normal. Kegiatan ibadah Minggu juga berjalan normal begitupun dengan aktifitas ekonomi sudah kembali pulih.

Baca Juga: Sapuangin Speed 8 ITS Siap Bersaing di Formula SAE Japan 2026

Meski demikian, Ketut menuturkan, pihaknya akan tetap waspada. Ratusan personil yang saat ini berada di lokasi konflik terus melakukan patroli secara rutin setiap waktu untuk memantau aktivitas masyarakat.

Untuk melakukan pengamanan Polisi dan TNI menempati tiga pos pengamanan diantaranya di Pos Desa Narasaosina dan Pos Desa Waiburak serta satu Pos Susteran yang kini ditempati personil Brimob.

Bentrokan antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, pada Sabtu (18/7) pagi sekitar pukul 06.30 wita telah merenggut tiga nyawa, 20 rumah hangus dibakar massa dan 7 orang mengalami luka-luka.

Dari tujuh yang mengalami luka-luka, dua orang dirujuk ke RSUD Larantuka dan dua lagi dievakuasi ke Lewoleba, Kabupaten Lembata.

 Polisi pun masih menyelidiki penyebab terjadinya bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut. (can) 

Editor : Lambertus Hurek
adonara timur waiburak Narasaosina bentrokan flores timur