Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di Malang, Khofifah: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan Nasional

Lainin Nadziroh • Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:15 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan Presiden Prabowo. (Biro Adpim)
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut kedatangan Presiden Prabowo. (Biro Adpim)

RADAR SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya TNI Terintegrasi di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7).

Kegiatan yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan

nasional melalui sinergi tiga matra TNI bersama pemerintah daerah, petani, akademisi, dan pelaku usaha.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.

 Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.

"Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, penguatannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Khofifah.

Baca Juga: Prancis vs Inggris Berebut Rp524 Miliar, Fakta Laga Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026

Dalam Panen Raya TNI Terintegrasi, setiap matra TNI mengembangkan komoditas pangan strategis sesuai fokusnya.

TNI Angkatan Udara mengembangkan tebu sebagai dukungan terhadap program swasembada gula nasional, TNI Angkatan Darat berfokus pada padi, sedangkan TNI Angkatan Laut mengembangkan kedelai.

Khofifah menjelaskan ketiga komoditas tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Padi menjadi penyangga kebutuhan pangan masyarakat, tebu menopang percepatan swasembada gula,

sementara kedelai menjadi komoditas strategis yang terus ditingkatkan produksinya guna mengurangi ketergantungan impor.

Menurutnya, pembangunan sektor pangan harus dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan produktivitas lahan,

pemanfaatan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan petani, pengembangan riset dan inovasi, serta sinergi lintas sektor.

Jawa Timur Jadi Andalan Produksi Gula Nasional

Khofifah menegaskan Jawa Timur merupakan produsen gula terbesar di Indonesia.

 Pada 2025, provinsi ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional dengan total produksi gula kristal putih mencapai sekitar 1,34 juta ton, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei Jalin Sinergi Perluas Edukasi Keuangan dan Layanan Perbankan bagi WNI di Taiwan

"Kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat kolaborasi,

dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar," katanya.

Untuk memperkuat sektor pergulaan, pada 2026 Jawa Timur kembali menjalankan Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare serta Program Perluasan Areal Tebu seluas 6.582 hektare.

Dengan demikian, total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

Produksi Padi Jawa Timur Terus Meningkat

Selain menjadi sentra gula nasional, Jawa Timur juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi padi tercatat mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 12,60 persen dibandingkan 2024.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat.

Khofifah menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, dan petani melalui optimalisasi pola tanam,

penggunaan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, serta pendampingan berkelanjutan.

Sementara itu, pengembangan komoditas kedelai juga terus diperkuat melalui peningkatan luas tanam, penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budi daya, serta pendampingan kepada petani guna meningkatkan produksi dalam negeri.

Presiden Prabowo: Ketahanan Pangan Adalah Gerakan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Panen Raya TNI Terintegrasi yang berlangsung serentak di 43 titik membuktikan bahwa ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

"Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.

 Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, melainkan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa," ujar Presiden.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa terus memperkuat persatuan dan bekerja sama memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita optimistis. Indonesia akan menjadi negara yang makmur. Kekuatan dan kesejahteraan masyarakat akan menjadi pertahanan yang kuat bagi suatu bangsa," tegasnya.

Khofifah memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kolaborasi adalah kunci. Dengan kerja keras, inovasi, dan gotong royong, kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya.(nin) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
tni Gubernur Khofifah Indar Parawansa panen raya Presiden Prabowo