Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Menhaj Sujud Syukur di Surabaya

Rahmat Sudrajat • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:57 WIB
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan sujud syukur di Asrama Haji Surabaya setelah operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi berakhir dan seluruh jemaah Indonesia tiba kembali di Tanah Air. (Rahmat Sudrajat)
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan sujud syukur di Asrama Haji Surabaya setelah operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi berakhir dan seluruh jemaah Indonesia tiba kembali di Tanah Air. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi berakhir pada Rabu (1/7), ditandai dengan tibanya kelompok terbang (kloter) terakhir di Debarkasi Surabaya dan Makassar. Seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci pun dinyatakan selesai.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menutup secara resmi operasional haji setelah menyambut kedatangan Kloter 116 di Asrama Haji Surabaya. Momen tersebut diwarnai suasana haru ketika Irfan melakukan sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026.

"Kami bersyukur seluruh proses kepulangan jemaah haji Indonesia telah selesai dengan lancar," ujar Irfan.

Lebih dari 202 Ribu Jemaah Haji Reguler Diberangkatkan

Menhaj menjelaskan, pemerintah memberangkatkan 527 kloter yang mengangkut 202.636 jemaah haji reguler dari 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus beserta 1.016 petugas pendamping.

Pada musim haji 2026, terdapat 44.247 jemaah lanjut usia (lansia). Sebanyak 170.700 orang atau sekitar 72 persen masuk kategori risiko kesehatan tinggi. Selain itu, tercatat 370 jemaah berkebutuhan khusus dan 275 pengguna kursi roda.

Selama berada di Arab Saudi, para jemaah menempati 121 hotel di Madinah dan 182 hotel di Makkah. Pemerintah juga menyediakan layanan konsumsi sebanyak 127 kali bagi setiap jemaah dengan total distribusi mencapai 24,18 juta boks makanan.

Dari sisi transportasi, operasional haji didukung 15.212 unit bus antarkota dan 11.900 unit bus Shalawat yang melayani perjalanan dari hotel menuju Masjidil Haram.

Sementara itu, layanan bimbingan ibadah diperkuat melalui penugasan 527 pembimbing kloter, 63 pembimbing sektor, dan 36 musyrif dini.

Angka Kematian Jemaah Haji Turun

Di bidang kesehatan, pemerintah menyiapkan tenaga kesehatan di setiap kloter, 45 klinik satelit di Makkah dan Madinah, dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia, serta bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Irfan mengungkapkan, sebanyak 367 jemaah dan seorang petugas haji meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

"Angka ini masih cukup besar, tetapi alhamdulillah lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Ia memastikan keluarga jemaah yang wafat tetap memperoleh hak berupa klaim asuransi jiwa sesuai besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

"Kita doakan semoga mereka memperoleh husnul khatimah. Keluarga dapat mengajukan klaim asuransi yang akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing," ujarnya.

Hingga operasional haji ditutup, masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, terdiri atas tujuh orang di Jeddah, 31 orang di Madinah, dan 22 orang di Makkah. Pemerintah tetap menugaskan tim untuk memantau perkembangan kondisi mereka.

Inovasi Penyelenggaraan Haji 2026

Menurut Irfan, penyelenggaraan haji tahun ini menghadirkan sejumlah terobosan, di antaranya sistem alokasi kuota berbasis antrean agar lebih berkeadilan serta penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Selain itu, pemerintah menerapkan embarkasi tanpa asrama haji untuk pertama kalinya di Yogyakarta, melaksanakan pelatihan petugas dengan metode semi militer, serta mempercepat penyelesaian administrasi sehingga visa jemaah dapat diterbitkan sejak pertengahan Ramadan.

Digitalisasi layanan juga diterapkan untuk memantau distribusi makanan dan keberadaan petugas secara real time. Berbagai inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR RI, Tim Pengawas Haji, hingga Presiden Prabowo Subianto.

Usai seluruh jemaah haji Indonesia tiba di Tanah Air, Irfan tampak meneteskan air mata dan melakukan sujud syukur bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah.

"Dengan mendaratnya kloter terakhir dari Makassar, seluruh rangkaian kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 telah selesai sepenuhnya," tuturnya.

Debarkasi Surabaya Catat Rekor Kepulangan Jemaah

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, mengatakan sebanyak 44.000 jemaah diberangkatkan melalui Debarkasi Surabaya. Hingga penutupan operasional, sebanyak 43.894 orang telah kembali ke Indonesia.

Selisih 106 orang terdiri atas 77 jemaah meninggal dunia di Tanah Suci, enam orang meninggal saat perjalanan pulang, tiga orang masih dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya, 17 orang menjalani perawatan di Arab Saudi, 10 orang pulang secara mandiri, dan dua orang kembali melalui debarkasi lain karena mutasi.

"Jumlah kematian tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 107 orang. Alhamdulillah terjadi penurunan," kata Anam.

Ia menambahkan, sebanyak 43.895 jemaah akhirnya kembali ke Jawa Timur. Capaian tersebut menjadi rekor baru bagi Debarkasi Surabaya.

"Ini merupakan sejarah baru bagi jumlah jemaah haji yang pulang melalui Debarkasi Surabaya," ujarnya.(rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Menhaj #Haji 2026 #Mochammad Irfan Yusuf #debarkasi surabaya