RADAR SURABAYA – Jemaah haji tertua se-Indonesia, Mbah Marsiyah Salim, tiba di Asrama Haji Surabaya pada Selasa (30/6) malam.
Kepulangannya dari Tanah Suci menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-105 pada Rabu (1/7).
Mbah Marsiyah yang tergabung dalam Kloter 112 Debarkasi Surabaya tiba didampingi putri keduanya, Muidah Tauhid (64).
Setibanya di Asrama Haji Surabaya, perempuan asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri itu disambut hangat oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya dengan pemberian bunga.
Tak lama setelah tiba, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, juga menemui Mbah Marsiyah di kamar khusus lansia.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Irfan itu menyampaikan titipan salam dan apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada seluruh jemaah haji Indonesia.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Perkuat Tim Tangguh Jogoboyo, Respon Cepat Pengamanan Kota
"Bapak Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja keras menyelenggarakan ibadah haji, serta menitipkan salam kepada seluruh jemaah. Malam ini saya sampaikan langsung salam itu kepada jemaah," ujar Gus Irfan.
Mbah Marsiyah Bersyukur Bisa Menunaikan Ibadah Haji
Mbah Marsiyah mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar hingga akhirnya kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
"Alhamdulillah lancar," ujarnya.
Selama berada di Tanah Suci, perempuan kelahiran 1 Juli 1921 itu mengaku memperbanyak doa agar ibadahnya diterima dan keluarganya diberikan keberkahan.
"Berdoa agar bisa melaksanakan ibadah di Makkah dan Madinah, serta mendoakan anak cucu agar rezekinya dilancarkan dan kelak bisa menyempurnakan ibadah haji juga," tuturnya.
Saat pertama kali melihat Ka'bah, Mbah Marsiyah mengaku sangat terharu karena impiannya selama puluhan tahun akhirnya terwujud.
"Alhamdulillah sangat senang sekali, cita-cita saya sudah tercapai," katanya.
Ia juga mengungkapkan sempat mendapat kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, ketika berada di Tanah Suci.
Baca Juga: Prediksi Meksiko vs Ekuador: El Tri Andalkan Rekor Sempurna, La Tri Siap Bikin Kejutan
Hanya Menjalankan Rukun dan Wajib Haji
Putri keduanya, Muidah Tauhid, menjelaskan bahwa ibunya hanya menjalankan rukun dan wajib haji sesuai kondisi fisiknya yang sudah lanjut usia.
"Mbah hanya mengerjakan yang wajib saja, tidak mengikuti rangkaian ibadah sunah. Yang penting sudah wukuf di Arafah, ke Muzdalifah, lalu ke Mina.
Untuk lempar jumrah saya wakilkan. Setelah thawaf ifadah, beliau langsung kembali ke tempat menginap," jelasnya.
Menurut Muidah, kondisi kesehatan sang ibu secara umum tetap terjaga selama di Arab Saudi.
Mbah Marsiyah hanya sempat mengalami kurang sehat akibat cuaca panas di Madinah.
"Karena kesiangan masuk masjid, beliau harus menunggu di luar saat salat Asar. Badannya terasa panas, tetapi setelah diberi obat langsung membaik," ungkapnya.
Ia juga memastikan sang ibu tidak mengalami kendala terkait konsumsi makanan selama berada di Makkah maupun Madinah.
"Selama di Makkah dan Madinah, makanannya cocok," imbuhnya.
Menabung dari Hasil Jualan Jenang
Perjalanan Mbah Marsiyah menuju Tanah Suci menjadi bukti kesabaran dan kerja keras selama puluhan tahun.
Semasa muda, ia berjualan jenang di pasar sambil menyisihkan uang receh mulai Rp500 untuk ditabung.
Hasil tabungan tersebut akhirnya cukup untuk mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2021 ketika usianya menginjak 99 tahun.
Penantian panjang itu akhirnya terbayar dengan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima pada musim haji tahun ini.
Setelah proses penyambutan di Debarkasi Surabaya selesai, Mbah Marsiyah bersama Kloter 112 asal Kabupaten Kediri melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya menggunakan bus pada Rabu dini hari.
Sementara itu, Gus Irfan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penyelenggaraan haji di
Embarkasi dan Debarkasi Surabaya, mulai dari petugas imigrasi hingga tenaga pendukung lainnya.
"Terima kasih atas kerja keras Bapak dan Ibu semua. Meskipun tidak ikut berangkat haji, insyaa Allah pahala ibadah hajinya akan melimpah atas pengabdian yang diberikan," pungkasnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan