Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unesa Gelar SDGs FAIR 2026 di Bali, Puluhan Inovasi Pengabdian Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:41 WIB
SINERGI: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026 di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali pada 27-29 Juni 2026 yang diikuti dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah. (Unesa)
SINERGI: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026 di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali pada 27-29 Juni 2026 yang diikuti dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah. (Unesa)

RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026: Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali, pada 27–29 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi ajang diseminasi puluhan inovasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Agenda yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa tersebut menghadirkan berbagai inovasi hasil karya dosen dan mahasiswa.

Inovasi yang dipamerkan meliputi bidang pendidikan, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat, pemberdayaan UMKM, literasi digital, pengolahan limbah ramah lingkungan, hingga pengembangan desa berbasis potensi lokal.

Beragam inovasi tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

 Selain itu, inovasi tersebut turut mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs),

seperti pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan komunitas yang berkelanjutan.

Baca Juga: Prediksi Pantai Gading vs Norwegia: Haaland Jadi Ancaman, Les Elephants Bidik Sejarah di Piala Dunia 2026

SDGs FAIR 2026 diikuti oleh dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah.

Selama pameran berlangsung, peserta dapat melihat langsung produk inovasi sekaligus berdiskusi dengan tim pengembang

mengenai implementasi program, dampaknya bagi masyarakat, hingga peluang kolaborasi pada masa mendatang.

Ketua LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani, mengatakan SDGs FAIR menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkuat hilirisasi hasil riset dan pengabdian agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendiseminasikan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh sivitas akademika Unesa.

Kami ingin memastikan bahwa program-program pengabdian yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata, memberdayakan masyarakat, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals," ujarnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan berkelanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

 Karena itu, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak luas.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo,

menegaskan bahwa SDGs FAIR mencerminkan komitmen Unesa dalam memperkuat peran Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mendukung agenda pembangunan nasional maupun global.

Baca Juga: Uji Coba Jalan Radial Road Lontar Dimulai, Pemkot Surabaya Siapkan Rekayasa Satu Arah untuk Akhiri Kemacetan

"Unesa terus berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 Kegiatan ini menunjukkan bagaimana inovasi akademik dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, maupun lingkungan," katanya.

Selain pameran inovasi, SDGs FAIR 2026 juga menghadirkan forum diskusi dan sesi berbagi praktik baik pengabdian kepada masyarakat berbasis SDGs.

Para peserta saling bertukar pengalaman mengenai strategi pemberdayaan masyarakat, tantangan implementasi program di lapangan, serta model kolaborasi yang efektif untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan SDGs FAIR di Denpasar dinilai strategis karena Bali dikenal aktif mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Unesa juga memperluas jejaring kerja sama nasional sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat kepada mitra yang lebih luas.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Unesa SDGs FAIR 2026 #bali #UNESA