Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswa Indonesia-Malaysia Semarakkan Pentas Seni Unesa, Tampilkan Malin Kundang hingga Charlie and the Chocolate Factory

Rahmat Sudrajat • Senin, 29 Juni 2026 | 01:42 WIB
Mahasiswa Unesa bersama mahasiswa Malaysia menampilkan teater tari musikal dalam ajang Purna Madya Warsa Triple Pendidikan 2026 di Graha Sawunggaling Unesa Kampus II Lidah Wetan. (Rahmat Sudrajat)
Mahasiswa Unesa bersama mahasiswa Malaysia menampilkan teater tari musikal dalam ajang Purna Madya Warsa Triple Pendidikan 2026 di Graha Sawunggaling Unesa Kampus II Lidah Wetan. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa),

menggelar pentas teater tari musikal bertajuk Purna Madya Warsa Triple Pendidikan 2026 di Graha Sawunggaling Unesa Kampus II Lidah Wetan.

Pementasan yang diikuti mahasiswa angkatan 2024 itu menghadirkan enam pertunjukan dengan tema beragam, mulai dari cerita rakyat Nusantara hingga kisah dunia.

Di antaranya Tinker Bell, Malin Kundang, Bawang Merah Bawang Putih, Charlie and the Chocolate Factory, Cil Kancil, serta Adit Sopo Jarwo.

Dosen penguji, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa pentas seni tersebut merupakan agenda rutin setiap semester sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa Sendratasik.

Baca Juga: Fakultas Kedokteran Masih Jadi Favorit, Unair Terima 1.200 Mahasiswa Baru Jalur Mandiri 2026

 "Kegiatan ini memang dilaksanakan secara rutin setiap semester sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sendratasik dan dilanjutkan dengan kegiatan D'tik Art di lokasi yang sama," ujar Arif, Minggu (28/6).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sarana penerapan metode Project Based Learning (PjBL).

Mahasiswa dilatih mengelola sebuah pertunjukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan acara, menjalin kerja sama dengan industri, mengelola stan, hingga membangun kemitraan dengan sponsor.

Arif berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.

 "Saya berharap, ketika mereka menjadi guru, mereka mampu beradaptasi dan memiliki kompetensi dalam pendidikan seni pertunjukan.

Jika memilih berkarier di industri kreatif, mereka juga memiliki kemampuan manajerial dalam penyelenggaraan event seni," tuturnya.

Mahasiswa Malaysia Ikut Berkolaborasi

Pentas teater tari musikal ini juga menghadirkan kolaborasi internasional. Sejumlah mahasiswa asal Malaysia yang

sedang menjalani program magang di Prodi Sendratasik Unesa turut ambil bagian dalam pementasan.

Baca Juga: Jayaland Rilis Cluster Breeze Villas, Bidik Tingginya Permintaan Hunian Segmen Menengah di Surabaya

Salah satunya, Willy dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), mengaku memperoleh pengalaman berharga saat dipercaya menjadi aktor sekaligus narator dalam pertunjukan Cil Kancil.

 "Meskipun berasal dari luar negeri, saya tidak menghadapi banyak kendala ketika menjadi aktor sekaligus narator.

Semua itu berkat dukungan mahasiswa Unesa, dosen, sesama mahasiswa internasional, dan berbagai pihak," ungkapnya.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama internasional sekaligus memperkaya pengalaman akademik dan budaya bagi mahasiswa kedua negara.

Charlie and the Chocolate Factory Jadi Sorotan

Salah satu pertunjukan yang paling menarik perhatian penonton adalah Charlie and the Chocolate Factory.

 Kisah klasik tersebut dikemas dengan sentuhan komedi sehingga menghadirkan hiburan sekaligus pesan moral tentang perjuangan dan harapan.

Sutradara pertunjukan, Moh. Shofi Wahyudi, mengatakan proses persiapan berlangsung sekitar dua bulan.

Seluruh tim mempersiapkan latihan, properti, hingga konsep artistik secara intensif.

Menurutnya, enam pertunjukan yang ditampilkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan berbagai pesan yang disesuaikan dengan tahapan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Muhammad Ikmal Hadi Saputra berharap pentas seni Sendratasik Unesa terus berkembang dan mampu melahirkan karya-karya yang lebih inovatif.

 "Saya berharap setiap semester Sendratasik Unesa terus berkembang, melahirkan karya-karya inovatif yang berdampak serta semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional," pungkasnya. (rmt)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Purna Madya Warsa Triple Pendidikan 2026 #Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) #UNESA #malaysia #sendratasik