Radar Surabaya – Arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo, tepat di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, kembali dibuka normal pada Jumat (26/06) tepat pukul 20.00 WIB setelah sempat ditutup selama kurang lebih lima jam akibat aksi demonstrasi bertajuk Warga Surabaya Turun ke Jalan #Indonesiasekarat.
Sebelumnya, ruas jalan tersebut ditutup sejak sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengantisipasi konsentrasi massa aksi. Penutupan menyebabkan arus kendaraan dialihkan ke sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Tunjungan dan Balai Pemuda.
Menjelang malam, aparat gabungan berhasil mengendalikan situasi sehingga akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan dari dua arah.
Sebelum dibuka kembali, aksi sempat memanas. Sejumlah massa yang bertahan di depan Grahadi melempari aparat, membakar tumpukan sampah di tengah jalan, menyalakan kembang api, serta menggeber sepeda motor di sekitar lokasi.
Sebagian peserta aksi juga menggoyang pagar Grahadi dan memukulnya menggunakan berbagai benda karena menuntut bertemu pejabat pemerintah.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan melalui pengeras suara mengimbau massa menghentikan aksi perusakan dan segera membubarkan diri.
"Kami ingatkan untuk segera meninggalkan tempat ini. Tolong hentikan atau kami akan melakukan tindakan tegas," ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono turut menemui massa untuk meredakan ketegangan. Meski sempat diwarnai aksi ricuh, kondisi di depan Grahadi berangsur kondusif pada malam hari. Arus lalu lintas pun kembali normal setelah penutupan selama sekitar lima jam.
Editor : M Firman Syah