RADAR SURABAYA – Sebanyak 84 jemaah haji asal Embarkasi Surabaya tercatat meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 hingga proses pemulangan.
Mayoritas kasus kematian dipicu oleh faktor usia lanjut yang diperparah dengan kurangnya kesiapan fisik dalam menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengungkapkan bahwa dari total 84 jemaah yang wafat, sebanyak 77 orang meninggal di Arab Saudi,
satu orang saat proses keberangkatan, dan enam orang lainnya meninggal pada masa pemulangan di Debarkasi Surabaya.
Menurut Rosidi, lebih dari 75 persen kasus kematian berkaitan dengan faktor usia lanjut. Kondisi tersebut diperburuk oleh tuntutan fisik selama menjalankan ibadah haji,
mulai dari cuaca ekstrem, aktivitas yang padat, perjalanan yang melelahkan, hingga penyakit penyerta yang banyak dialami jemaah lanjut usia.
"Lebih dari 75 persen kasus kematian dipicu oleh faktor usia lanjut. Ditambah dengan kondisi fisik yang harus beradaptasi dengan lingkungan serta iklim di Tanah Suci, hal itu menjadi pemicu utama," ujar Rosidi, Jumat (26/6).
Ia menjelaskan, penilaian kesehatan awal atau istitaah telah dilakukan di tingkat kabupaten dan kota.
Namun, kelayakan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh hasil pemeriksaan medis, melainkan juga dipengaruhi oleh kesiapan fisik serta kebiasaan menjalani pola hidup sehat.
Rosidi menilai banyak jemaah lanjut usia tetap mampu menjalankan ibadah dengan baik karena rutin berolahraga dan menjaga kondisi tubuh.
Sebaliknya, tidak sedikit jemaah yang secara medis dinyatakan sehat, tetapi mengalami kesulitan saat beribadah akibat minimnya persiapan fisik.
Karena itu, PPIH Debarkasi Surabaya menekankan pentingnya pembinaan kesehatan sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
Baca Juga: DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah Pendamping PON XXII 2028, Siap Gelar 17 Cabang Olahraga
Kementerian Haji dan Umrah bersama instansi terkait diharapkan dapat memberikan edukasi dan panduan praktis kepada calon jemaah, mulai sejak menerima nomor porsi hingga menjelang keberangkatan.
"Ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik. Jemaah perlu membiasakan diri menghadapi cuaca panas dan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh seperti di Arab Saudi.
Berlatih berjalan pada siang hari, menjaga waktu istirahat, serta mengatur tenaga selama beribadah menjadi kunci utama," tegasnya.
Meski demikian, Rosidi mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia pada musim haji 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu jumlahnya mencapai 107 orang, sedangkan tahun ini tercatat 84 orang. Artinya, terjadi penurunan sekitar 23 kasus. Kami berharap angka ini tidak bertambah lagi hingga seluruh proses pemulangan jemaah selesai," pungkasnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan