RADAR SURABAYA – Sebanyak 23.115 jemaah haji yang tergabung dalam 61 kloter melalui Debarkasi Surabaya telah tiba kembali di Tanah Air.
Namun, jumlah jemaah yang meninggal dunia terus bertambah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mencatat sebanyak 78 jemaah wafat, baik saat berada di Tanah Suci maupun dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Meningkatnya angka kematian tersebut mendorong Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengimbau pada musim haji mendatang, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) untuk tidak
menyelenggarakan kegiatan yang dapat memberatkan kondisi fisik jemaah, terutama mereka yang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit.
“Kami mohon kepada KBIH untuk memperhatikan jemaah yang sakit maupun yang memiliki kondisi rentan.
Baca Juga: Bank Jatim Perkuat Pemberdayaan PMI Melalui Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi
Kurangi aktivitas fisik di Arab Saudi agar tidak menambah angka kematian yang saat ini telah mencapai 78 orang untuk wilayah Debarkasi Surabaya,” ujar Anam, Rabu (17/6).
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Surabaya, dari total 78 jemaah yang meninggal dunia, sebanyak 71 orang wafat di Arab Saudi, satu orang meninggal saat proses keberangkatan
(embarkasi), satu orang meninggal di dalam pesawat sesaat sebelum mendarat di Bandara Juanda, dan lima orang lainnya meninggal setelah tiba di debarkasi.
Selain itu, masih terdapat 14 jemaah yang menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi akibat kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
PPIH memastikan seluruh jemaah yang masih dirawat akan terus mendapatkan pendampingan dan pelayanan hingga dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.
Anam juga mengingatkan para jemaah yang masih berada di Madinah maupun wilayah Arab Saudi lainnya agar lebih menghemat tenaga dan menjaga kondisi kesehatan.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan, risiko gangguan kesehatan hingga kematian cenderung meningkat sekitar 10 hari setelah puncak pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Sebagian besar jemaah berusia di atas 70 tahun dan memiliki risiko penyakit tertentu. Jangan sampai ada tambahan kegiatan yang justru memberatkan kondisi tubuh mereka,” tegasnya.
PPIH berharap KBIH dapat berperan aktif dalam mengawasi aktivitas jemaah, sehingga kondisi kesehatan mereka tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dan proses kepulangan berjalan lancar.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan