Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Dipastikan Serentak pada Selasa 16 Juni 2026

Lambertus Hurek • Senin, 15 Juni 2026 | 12:47 WIB
Almanak Islam 1448 Hijriah berdasarkan kriteria MABIMS. (IST)
Almanak Islam 1448 Hijriah berdasarkan kriteria MABIMS. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Umat Islam di Indonesia dipastikan akan memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah secara serentak pada Selasa, 16 Juni 2026. Keseragaman penetapan ini menjadi kabar menggembirakan karena seluruh metode penanggalan yang digunakan organisasi-organisasi Islam di Indonesia menunjukkan hasil yang sama.

Pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa penetapan awal Muharram tahun ini tidak menimbulkan perbedaan sebagaimana yang kadang terjadi pada penentuan awal bulan hijriah tertentu.

Baca Juga: BRI Perluas Akses Investasi Global Lewat BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

" Kita merujuk pada kesepakatan kriteria di Indonesia. Yang berbeda, dipersilakan," ujar Thomas.

Sebelumnya, keseragaman juga terjadi saat penetapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kondisi tersebut kembali terulang pada penentuan awal Muharram 1448 Hijriah sehingga masyarakat dapat menyambut pergantian tahun Islam secara bersama-sama.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah jauh hari menetapkan bahwa 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Sementara itu, pemerintah, Persatuan Islam (Persis), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam lainnya yang menggunakan sistem kalender berdasarkan kriteria Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) juga menetapkan tanggal yang sama.

Berbeda dengan penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah yang biasanya didahului Sidang Isbat Kementerian Agama, penentuan awal Muharram tidak melalui mekanisme tersebut. Meski demikian, aktivitas rukyat atau pengamatan hilal tetap dilakukan oleh kalangan yang mengamalkan metode rukyat.

Menurut Thomas, para pengamat hilal dan kalangan NU tetap menjalankan rukyat setiap menjelang pergantian bulan hijriah, termasuk pada tanggal 29 bulan berjalan.

Baca Juga: BRI Perluas Akses Investasi Global Lewat BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

"Pihak NU dan para pengamal rukyat tetap mengadakan rukyat setiap tanggal 29 menjelang bulan baru. Bagi pengamal rukyat, mereka melakukan setiap bulan," jelasnya. (*)

 

 

Editor : Lambertus Hurek
#Thomas Djamaluddin #1 muharram 1448 #BRI #tahun baru islam #rukyat