RADAR SURABAYA – Kedatangan jemaah haji di Asrama Haji Debarkasi Surabaya kembali menjadi perhatian publik.
Kali ini, bukan hanya karena kepulangan dari Tanah Suci, tetapi juga karena fenomena unik: boneka unta yang dikalungkan di leher hingga diikatkan ke tubuh sebagai oleh-oleh dari Makkah.
Selain kurma, air zamzam, dan makanan khas Arab Saudi, boneka unta kini menjadi salah satu oleh-oleh haji favorit yang banyak dibawa pulang jemaah.
Suvenir berbentuk hewan khas padang pasir itu tampak mencolok karena dibawa dengan cara tidak biasa selama perjalanan panjang menuju Indonesia.
Dibawa Langsung dari Makkah, Harga Bervariasi
Boneka unta tersebut dibeli langsung di Makkah dengan harga berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp150 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitas.
Tersedia dalam ukuran sedang hingga besar, boneka ini menjadi incaran jemaah maupun keluarga di Tanah Air.
Baca Juga: Pantai Gading vs Ekuador, Duel Ketat yang Bisa Ubah Nasib Grup E di Piala Dunia 2026
Namun, keterbatasan ruang bagasi membuat sebagian jemaah memilih cara alternatif, yakni mengalungkan boneka unta agar tidak menambah beban koper yang sudah penuh.
Dipakai Seperti Kalung, Jadi Perhatian di Perjalanan
Cara membawa yang unik ini sontak menarik perhatian sesama jemaah maupun petugas selama perjalanan pulang.
Boneka unta terlihat menggantung di leher jemaah, bahkan sebagian diikatkan ke tubuh agar tetap aman selama perjalanan jauh dari Makkah ke Surabaya.
Salah satu jemaah, Iwan Rudianto, mengaku membawa boneka unta sesuai permintaan keluarga di rumah.
“Dari rumah sudah pesan, minta dibelikan unta dari Makkah. Saya beli sepuluh buah bersama istri.
Tidak dimasukkan ke koper, tetapi dikalungkan seperti ini sampai tiba di Surabaya. Ada yang bercanda, tapi alhamdulillah semuanya aman,” ujarnya, Minggu (14/6).
Permintaan Tinggi di Asrama Haji Surabaya
Fenomena boneka unta tidak hanya terjadi di perjalanan pulang. Di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, suvenir ini juga dijual bebas dan menjadi buruan jemaah yang belum sempat membeli di Tanah Suci.
Pedagang mengaku permintaan boneka unta oleh-oleh haji meningkat tajam setiap musim haji.
Dalam satu hari, penjualan bisa mencapai 50 hingga 100 buah, terutama saat kedatangan kloter jemaah.
“Penjualan ramai. Setiap ada kloter datang, stok cepat habis,” kata Toni, salah satu pedagang di Asrama Haji Surabaya.
Harga di lokasi penjualan Indonesia relatif mirip dengan di Makkah, yakni sekitar Rp150 ribu untuk ukuran sedang, sementara ukuran besar bisa mencapai Rp1 juta per buah.
Oleh-oleh Haji Tak Lagi Sekadar Kurma dan Zamzam
Fenomena ini menunjukkan bahwa tren oleh-oleh haji kini semakin beragam. Jika sebelumnya kurma dan air zamzam menjadi pilihan utama, kini boneka unta khas Makkah ikut menjadi suvenir populer yang diburu jemaah.
Selain unik, boneka unta juga dianggap memiliki nilai sentimental sebagai simbol perjalanan spiritual ke Tanah Suci.
Tak heran jika barang ini rela dibawa ribuan kilometer hingga sampai ke tangan keluarga di Indonesia.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan