Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sungai Jadi Nadi Peradaban Banua Sejak Masa Lampau

M Firman Syah • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:43 WIB
Aktivitas masyarakat di sungai yang sejak masa lampau menjadi jalur transportasi dan pusat kehidupan Banua. Foto: Ist.
Aktivitas masyarakat di sungai yang sejak masa lampau menjadi jalur transportasi dan pusat kehidupan Banua. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Sungai memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kalimantan Selatan. Tidak hanya menjadi sumber kehidupan, aliran sungai juga berfungsi sebagai jalur transportasi, pusat perdagangan, hingga lokasi tumbuhnya permukiman yang kemudian berkembang menjadi peradaban Banua.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi yang menghadirkan Erwin dan Syaukani dari Komunitas Palalah. Keduanya mengulas keterkaitan erat antara sungai dan perkembangan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan sejak masa lampau.

Erwin menjelaskan, kondisi geografis Kalimantan Selatan yang didominasi kawasan rawa mendorong masyarakat membangun permukiman di sepanjang tepian sungai. Dari kawasan tersebut, aktivitas ekonomi, sosial, hingga budaya berkembang dan membentuk peradaban masyarakat Banua.

“Banyak orang melihat sungai hanya sebagai bentang alam. Padahal, di situlah awal peradaban Banua tumbuh,” ujarnya.

Baca Juga: Fakta Menarik, Ini Penyebab Air Laut Asin Sedangkan Air Sungai Tetap Tawar

Menurut dia, sungai menjadi penghubung antardaerah sekaligus jalur utama mobilitas masyarakat. Melalui sungai pula, aktivitas perdagangan dan pertukaran budaya dengan wilayah lain berlangsung selama berabad-abad.

Jejak peradaban tersebut masih dapat ditemukan melalui sejumlah situs bersejarah di Kalimantan Selatan. Di antaranya Candi Laras di Margasari dan Candi Agung di Amuntai yang menunjukkan adanya pengaruh Hindu-Buddha serta aktivitas perdagangan pada masa lalu.

Baca Juga: Asal-usul Kampung Pulo Wonokromo Surabaya, Ternyata Dahulu Ada Pulau Dari Endapan Sungai

Sementara itu, Syaukani menilai pemahaman sejarah lokal di kalangan generasi muda perlu terus diperkuat. Sebab, masih banyak situs bersejarah yang belum terdokumentasi secara optimal dan belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Kalau tidak didokumentasikan dan dilindungi sejak sekarang, kita bisa kehilangan jejak sejarah tanpa sadar,” katanya.

Baca Juga: Tangki Kimia Pabrik Kertas Nippon Dynawave di Washington Meledak, 11 Orang Diduga Tewas, Sungai Columbia Tercemar

Karena itu, dia mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga warisan sejarah yang masih tersisa. Menurutnya, pelestarian situs sejarah merupakan langkah penting untuk mempertahankan identitas budaya Banua di tengah perkembangan zaman.

Hingga kini, peran sungai masih terlihat dalam kehidupan masyarakat Banjar. Keberadaan rumah panggung, pasar terapung, hingga budaya sungai yang tetap lestari menjadi bukti bahwa sungai masih menjadi bagian penting dalam membentuk identitas masyarakat Kalimantan Selatan. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#banua #kalimantan selatan #Banjar #budaya #sungai