RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi tuan rumah pertemuan internasional bergengsi,
The 26th Meeting of Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS) Coordinating Council.
Forum yang diikuti delegasi dari 27 negara anggota ini membahas pemanfaatan teknologi masa depan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi ajang strategis untuk memperkuat kerja sama riset internasional, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inovasi berbasis sains dan teknologi.
Pertemuan akan ditutup dengan penyelenggaraan Konferensi Internasional COMSATS–ITS yang menghadirkan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Mengusung tema Emerging Technologies for Sustainable Development, forum COMSATS 2026 menyoroti peran teknologi mutakhir dalam menjawab berbagai tantangan global,
mulai dari transformasi digital, ketahanan energi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi anggota COMSATS di Indonesia, ITS Surabaya memperoleh kepercayaan untuk menjadi tuan rumah forum internasional tersebut.
Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi sains dan pengembangan teknologi di kawasan Global South.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengatakan bahwa status ITS sebagai Centre of Excellence dalam jaringan COMSATS
membuka peluang besar untuk memperluas kolaborasi penelitian dan pengembangan teknologi lintas negara.
“Dengan integrasi teknologi mutakhir, kami tertarik memperkuat potensi kolaborasi penelitian dan berbagi gagasan sebagai solusi nyata bagi komunitas Global South,” ujarnya, Selasa (9/6).
Menurut Bambang, ekosistem riset yang selama ini dibangun ITS menjadi modal penting untuk melahirkan inovasi yang aplikatif, berdampak luas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat global.
Sementara itu, Direktur Eksekutif COMSATS, Dr. Mohammad Nafees Zakaria, menegaskan bahwa investasi pada penelitian dan pengembangan merupakan faktor utama yang menentukan kemajuan negara berkembang.
Ia menilai perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, nanoteknologi, dan komputasi kuantum membuka peluang besar untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan.
“Jika negara-negara anggota dapat berbagi pengetahuan dan mengembangkan teknologi bersama, maka kemajuan dapat dicapai secara lebih cepat dan merata,” kata Nafees.
Dukungan terhadap penguatan kerja sama sains dan teknologi juga datang dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya.
Konsul Jenderal Ye Su menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pertukaran sumber daya manusia unggul dan kolaborasi riset antarnegara anggota COMSATS.
“Sebagai perwakilan pemerintah, kami siap mendorong sinergi dari tingkat daerah hingga perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi antarnegara anggota COMSATS,” ujarnya.
Dalam sidang Coordinating Council kali ini, para delegasi membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja organisasi
periode 2024–2026, pemaparan capaian riset dari 25 Pusat Keunggulan dunia, hingga penentuan arah kebijakan strategis COMSATS pada masa mendatang.
Forum juga membahas berbagai program prioritas, seperti pengembangan Nano Tech Lab berstandar ISO, teknologi kendaraan listrik, serta penguatan pendanaan organisasi melalui skema Endowment Fund.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Konferensi Internasional COMSATS–ITS yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6).
Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Ph.D.
Pertemuan internasional ini dihadiri berbagai institusi terkemuka dunia, di antaranya International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) Universitas Karachi, Al-Farabi Kazakh National University (KazNU),
Tianjin Institute of Industrial Biotechnology (TIB), serta Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO).
Melalui forum COMSATS 2026, ITS Surabaya berharap dapat mempercepat hilirisasi hasil riset, memperluas jaringan kerja sama internasional,
serta memperkuat pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat global.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan