Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

6 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Dirawat di Arab Saudi

Rahmat Sudrajat • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:16 WIB
Hingga Minggu sore, sebanyak 9.478 jemaah dan petugas haji dari Kloter 1 hingga Kloter 25 telah tiba di Tanah Air. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Hingga Minggu sore, sebanyak 9.478 jemaah dan petugas haji dari Kloter 1 hingga Kloter 25 telah tiba di Tanah Air. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Sebanyak enam jemaah haji Debarkasi Surabaya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Kondisi tersebut terjadi di tengah proses pemulangan jemaah haji ke Indonesia yang telah memasuki pekan pertama pasca puncak ibadah haji.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi para jemaah yang masih dirawat.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap jemaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi.

PPIH bersama tim kesehatan akan memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia,” ujar Anam, Minggu (7/6).

Baca Juga: Inggris Disebut Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2026, Ray Parlour Pasang Target Semifinal

Enam jemaah yang masih menjalani perawatan tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Mereka adalah Mohammad Dzikri Muiz (65) asal Kabupaten Probolinggo yang dirawat di rumah sakit di Jeddah karena kanker, Siti Mutmainah Asari (65) asal Kota Malang yang dirawat di RS Bandara Taif, serta Matory Ahmad Jalil (78) asal Kota Malang yang menjalani perawatan di RS King Faisal akibat sesak napas.

Selain itu, Soetrisno Semo Semin (66) asal Kabupaten Magetan masih dirawat di RS King Abdullah setelah menjalani operasi jantung. Kemudian Jetty Trisno (70) asal Kota Madiun dirawat di RS Samir Abbas karena infeksi paru-paru, dan Sri Rahayu Sudarmo (73) asal Kabupaten Pacitan dirawat di RS King Faisal akibat gangguan paru-paru.

52 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci

Hingga Minggu sore, sebanyak 9.478 jemaah dan petugas haji dari Kloter 1 hingga Kloter 25 telah tiba di Tanah Air.

Namun, PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat sebanyak 52 jemaah haji meninggal dunia selama berada di Tanah Suci.

Menurut Anam, faktor kelelahan menjadi penyebab yang paling banyak ditemukan, terutama setelah jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Yang paling banyak teridentifikasi adalah kelelahan, terutama setelah melaksanakan ibadah di Armuzna.

Baca Juga: Tim Kementerian LH Apresiasi Dapur MBG Nikmat Barokah Surabaya, Pengelolaan Limbah Jadi Percontohan

Pemicu utamanya adalah gangguan fungsi jantung akibat kelelahan. Oleh karena itu, ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk meningkatkan penanganan kondisi fisik jemaah ke depan,” katanya.

Tiga Jemaah Wafat Saat Perjalanan Pulang

Selain kasus kematian di Tanah Suci, tiga jemaah haji juga meninggal dunia saat proses kepulangan ke Indonesia.

Satu jemaah wafat di dalam pesawat sekitar 30 menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Juanda.

 Satu jemaah lainnya meninggal di dalam bus saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya. Sementara satu jemaah lainnya wafat di RS Haji Surabaya setelah mendapatkan penanganan medis usai dirujuk dari rumah sakit di Sidoarjo.

Ketiga jemaah tersebut meninggal akibat cardiogenic shock atau syok kardiogenik, yaitu kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh.

Syok Jantung Jadi Penyebab Kematian Tertinggi

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengungkapkan bahwa penyebab kematian terbanyak pada jemaah haji tahun ini adalah cardiogenic shock.

Data PPIH menunjukkan sebanyak 28 jemaah meninggal akibat syok jantung. Selain itu, terdapat enam kasus acute myocardial infarction atau serangan jantung akut, enam kasus septic shock akibat komplikasi infeksi, serta tiga kasus gagal napas akut.

“Untuk sementara ini, penyebab kematian yang paling banyak adalah cardiogenic shock atau kondisi ketika fungsi jantung tidak mampu memompa darah dengan baik, yang umumnya dipicu oleh faktor kelelahan,” ujar Rosidi.

Ia juga menyebut sebagian besar jemaah yang meninggal dunia wafat saat berada di Makkah.

 Berdasarkan asal daerah, sebanyak 50 jemaah yang meninggal berasal dari Jawa Timur, sedangkan dua jemaah lainnya berasal dari Bali.

Dengan masih adanya jemaah yang menjalani perawatan di Arab Saudi, PPIH Debarkasi Surabaya memastikan pemantauan kesehatan terus dilakukan hingga seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.

Daftar 6 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya yang Masih Dirawat di Arab Saudi

1. Mohammad Dzikri Muiz (65)

Asal: Kabupaten Probolinggo

Kloter: 4

Dirawat di: Rumah Sakit Jeddah

Keluhan: Kanker

2. Siti Mutmainah Asari (65)

Asal: Kota Malang

Kloter: 14

Dirawat di: RS Bandara Taif

3. Matory Ahmad Jalil (78)

Asal: Kota Malang

Kloter: 14

Dirawat di: RS King Faisal

Keluhan: Sesak napas

4. Soetrisno Semo Semin (66)

Asal: Kabupaten Magetan

Kloter: 21

Dirawat di: RS King Abdullah

Kondisi: Pascaoperasi jantung

5. Jetty Trisno (70)

Asal: Kota Madiun

Kloter: 22

Dirawat di: RS Samir Abbas

Keluhan: Infeksi paru-paru

6. Sri Rahayu Sudarmo (73)

Asal: Kabupaten Pacitan

Kloter: 25

Dirawat di: RS King Faisal

Keluhan: Gangguan paru-paru

Hingga Minggu (7/6), keenam jemaah tersebut masih menjalani perawatan dan pemantauan medis di Arab Saudi.

PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau hingga memungkinkan dipulangkan ke Indonesia.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#menjalani perawatan #Haji 2026 #ppih #debarkasi surabaya