RADAR SURABAYA – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 menjadi tonggak baru pelayanan jemaah Indonesia yang lebih fokus, inklusif, dan berkeadaban.
Pernyataan tersebut disampaikan saat sambutan Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau 26 Mei 2026 di hadapan jemaah haji Indonesia, jajaran Amirulhaj,
Tim Pengawas DPR RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
“Hari ini kita berada di Arafah. Di tempat yang mulia ini, jutaan manusia datang dengan pakaian yang sama, doa yang sama, dan harapan yang sama.
Semua menundukkan diri di hadapan Allah SWT,” ujar Menhaj dikutip dari haji.go.id.
Baca Juga: Armuzna Berlangsung, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 14
Menurut Menhaj, penyelenggaraan haji tahun ini memiliki makna historis karena untuk pertama kalinya berlangsung dalam kerangka Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Karena itu, seluruh layanan diarahkan agar negara hadir lebih dekat, sigap, dan terukur dalam melayani jemaah.
“Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir lebih fokus, lebih terarah, dan lebih dekat kepada jemaah,” tegasnya.
Lebih dari 202 Ribu Jemaah Tiba di Makkah
Menhaj menjelaskan, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai.
Sebanyak 527 kloter dengan total 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, terdapat 16.596 jemaah haji khusus yang juga sudah berada di Arab Saudi.
Saat ini, fokus pelayanan diarahkan pada fase Armuzna yang mencakup kesiapan tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan, hingga penugasan petugas lapangan.
Tri Sukses Haji Jadi Arah Besar Pelayanan
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj menekankan konsep Tri Sukses Haji sebagai arah utama penyelenggaraan ibadah haji.
Sukses ritual diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah yang sah, tertib, dan khusyuk.
Baca Juga: Jelang Penyembelihan Kurban, Ojek Kambing di Surabaya Laris Manis
Sementara sukses ekosistem ekonomi haji dilakukan melalui tata kelola yang memberikan manfaat bagi bangsa.
Adapun sukses keadaban dan peradaban diharapkan mampu melahirkan pribadi yang lebih sabar, disiplin, santun, dan membawa kebaikan bagi Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah juga menempatkan keselamatan jiwa dan keabsahan ibadah sebagai satu kesatuan kebijakan.
Salah satunya melalui penerapan skema murur bagi jemaah lansia, risiko tinggi, komorbid, penyandang disabilitas, serta pendampingnya agar perjalanan dari Arafah menuju Mina berlangsung lebih aman dan tertib.
“Setiap jemaah harus merasa dilindungi. Setiap keterbatasan harus mendapat dukungan.
Setiap petugas harus hadir dengan empati, sigap, dan memahami kebutuhan khusus jemaah,” ujar Menhaj.
Siapkan 15 Porsi Makanan Nusantara dan Digitalisasi Layanan
Untuk mendukung kekhusyukan ibadah jemaah selama fase Armuzna, Kemenhaj menyiapkan 15 porsi makanan siap santap bercita rasa Nusantara.
Distribusi konsumsi dilakukan lebih awal sejak 6 Dzulhijjah agar jemaah lebih fokus menjalankan ibadah.
Layanan haji tahun ini juga diperkuat melalui sistem digitalisasi pengawasan dan pelaporan berbasis Command Center, SIKABAH, dan Kawal Haji.
Sistem tersebut memungkinkan respons petugas menjadi lebih cepat, terukur, dan berbasis data.
Dalam pengelolaan dam, Kemenhaj mencatat sebanyak 145.341 jemaah telah melakukan pembayaran dam.
Sebanyak 102.364 jemaah membayar melalui Adahi di Arab Saudi, sedangkan 38.992 lainnya melalui mekanisme di Indonesia.
Sebagian besar daging dam jemaah Indonesia juga diarahkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui koordinasi Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.
Menutup sambutannya, Menhaj mengajak seluruh jemaah memanfaatkan momentum wukuf di Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, istighfar, sekaligus menjaga kesehatan dan disiplin mengikuti arahan petugas.
“Arafah adalah ruang muhasabah. Doakan keluarga, para pemimpin bangsa, keselamatan Indonesia, dan semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” pungkasnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan