RADAR SURABAYA — Saat pelaksanaan puncak ibadah Armuzna, jumlah jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat di Tanah Suci bertambah menjadi 14 orang.
Tambahan satu korban berasal dari Kloter 18 Kabupaten Malang. Dua jemaah lain meninggal sebelum keberangkatan.
Kenaikan korban ini menambah catatan duka bagi jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur yang menunaikan rangkaian ibadah haji.
Kondisi cuaca panas ekstrem dan tingginya proporsi jemaah berisiko (risti) menjadi perhatian otoritas haji.
Kematian terbaru: Jamari bin Supiyo dari Kloter 18
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menyatakan jemaah yang meninggal bernama Jamari bin Supiyo (Kloter 18, Kabupaten Malang).
Menurut keterangan medis, almarhum wafat karena serangan penyakit jantung yang diperparah kelelahan fisik.
"Jadi bertambah satu jemaah atas nama Bapak Jamari bin Supiyo asal Kabupaten Malang, Kloter 18. Beliau meninggal karena penyakit jantung dan kelelahan," kata Anam, Selasa (26/5).
Baca Juga: Jamaah Naqsyabandiyah Padang Gelar Salat Idul Adha 1447 H Lebih Awal
Risiko kesehatan: risti dan cuaca ekstrem
Data menunjukkan sekitar 77 persen jemaah Embarkasi Surabaya masuk kategori risti. Cuaca panas saat Armuzna meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Anam mengimbau agar jemaah menjaga kondisi fisik dan memakai alat pelindung diri yang disediakan.
Daftar 14 jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat di Tanah Suci
1. Kamariyah Dul Tayib (85), Kloter 8, Kab. Pasuruan
2. Abd Wachid (71), Kloter 7, Kab. Pasuruan
3. Fajar Puja Sasmita (53), Kloter 11, Kota Malang
4. Sibiatun Saji (72), Kloter 33, Kab. Lamongan
5. Mustika Rajim D (75), Kloter 47, Kab. Gresik
6. Suyono Reso (58), Kloter 62, Kab. Jombang
7. Dumaiyah Gopur (67), Kloter 6, Kab. Pasuruan
8. Asraf Sudam (65), Kloter 1, Kab. Probolinggo
9. Tarni Talikah Kastamun (66), Kloter 55, Kab. Sidoarjo
10. Samanu Linggan (85), Kloter 16, Kab. Malang
11. Ngatiyah Marijo (62), Kloter 91, Kab. Jember
12. Mat Sahid (79), Kloter 30, Kab. Lamongan
13. Rohmat Ridwan (64), Kloter 41, Kab. Bojonegoro
14. Jamari bin Supiyo, Kloter 18, Kab. Malang
Dua jemaah meninggal sebelum berangkat
Sebelum keberangkatan, dua calon jemaah juga meninggal: Tini Atmin (56), Kloter 43, Kab. Gresik (meninggal di RSUD Haji Surabaya karena penyakit jantung), dan Akhmad Tohar Abdul Muin, Kloter 6 (pernah dirawat karena penyakit paru-paru dan meninggal di kampung halamannya).
Baca Juga: Total Hadiah Rp500 Juta, J&T Express Ajak Mahasiswa dan Fresh Graduate Kembangkan Bisnis
Urusan administratif dan badal haji
Anam memastikan pemerintah akan menyelesaikan semua urusan administratif dan keagamaan bagi jemaah yang meninggal.
Untuk jemaah yang belum menyelesaikan rangkaian ibadah, petugas akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji dengan menunjuk pihak yang memenuhi syarat.
Asuransi kematian keluarga jemaah
Keluarga jenazah dijamin menerima asuransi kematian. Besaran klaim menunggu regulasi resmi, namun diharapkan setara dengan nilai Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini, yaitu sekitar Rp 35,6 juta.
"Kami turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga diberi ketabahan," kata Anam.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan