Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

56 Flora Langka Berhasil Diselamatkan, Kebun Raya Banua Perkuat Konservasi Tumbuhan Endemik

M Firman Syah • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:11 WIB
Ekspedisi: Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan temukan 56 flora langka.
Ekspedisi: Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan temukan 56 flora langka.

KALIMANTAN SELATAN – Upaya pelestarian tumbuhan endemik terus dilakukan UPTD Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan eksplorasi konservasi di Desa Dukuh Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, tim peneliti berhasil mengidentifikasi 56 spesies flora yang sebagian di antaranya tergolong langka dan mulai sulit ditemukan di habitat alaminya.

Temuan tersebut menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati Kalimantan Selatan di tengah meningkatnya tekanan terhadap ekosistem akibat perubahan lingkungan dan aktivitas manusia.

Kepala Seksi Penelitian dan Konservasi Tumbuhan Ex Situ UPTD Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan Muhammad Ferza Listyannoor mengatakan eksplorasi dilakukan di kawasan sekitar Gua Liang Bangkai yang dikenal sebagai salah satu kantong keanekaragaman hayati penting di Kalimantan Selatan.

“Pelaksanaan eksplorasi ini merupakan bagian dari fungsi Kebun Raya sebagai lembaga konservasi. Kami berupaya mencari dan menyelamatkan tanaman-tanaman khas Kalimantan Selatan yang mulai langka agar tetap dapat dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Menguak Keindahan dan Kelangkaan Anggrek Hitam, Flora Ikonik Kalimantan Timur

Selama kegiatan eksplorasi, tim menemukan beragam jenis tumbuhan yang didominasi kelompok anggrek, begonia, tanaman hias, hingga berbagai jenis kladi-kladian. Spesies-spesies tersebut dinilai memiliki nilai konservasi tinggi sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai koleksi khas flora Kalimantan.

Menurut Ferza, proses penyelamatan tumbuhan tidak berhenti pada tahap pengambilan dari habitat asal. Tanaman yang berhasil dikoleksi harus melalui proses adaptasi sebelum dapat tumbuh optimal di kawasan konservasi.

Baca Juga: Inovasi Obat dari Tumbuhan: Potensi Kekayaan Alam untuk Kesehatan Masa Depan

Berbagai perlakuan khusus diterapkan, mulai dari pengaturan tingkat kelembapan, intensitas cahaya, hingga penggunaan media tanam yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing spesies. Tahapan tersebut penting untuk meningkatkan tingkat keberhasilan hidup tanaman setelah dipindahkan dari habitat alami.

Jika berhasil berkembang dengan baik, tanaman-tanaman tersebut tidak hanya menjadi koleksi konservasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, penelitian, dan pelestarian keanekaragaman hayati bagi masyarakat maupun akademisi.

Baca Juga: Beradu Kreativitas Merangkai Instalasi Bunga dalam Flora Vaganza

Ferza menambahkan, program konservasi yang dijalankan Kebun Raya Banua kini mengedepankan konsep konservasi timbal balik. Melalui pendekatan tersebut, bibit tanaman langka hasil pengembangbiakan di kebun raya akan dikembalikan ke habitat asalnya guna memperkuat populasi alami di alam liar.

Salah satu program yang telah dilakukan yakni pengembalian bibit kelompok meranti-merantian ke wilayah Tanah Bumbu. Tanaman tersebut sebelumnya diselamatkan melalui kegiatan eksplorasi, kemudian berhasil dikembangbiakkan di Kebun Raya Banua sebelum akhirnya direintroduksi ke habitat asalnya sebagai bagian dari upaya pelestarian flora endemik Kalimantan Selatan. (shf/fir)

Editor : M Firman Syah
#kebun raya banua #flora langka #konservasi tumbuhan #lingkungan hidup #kalimantan selatan