RADAR SURABAYA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan aktivis Global Sumud Flotilla akan tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5) pukul 15.30 WIB, melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Mereka sebelumnya sempat ditahan oleh otoritas Israel saat menjalankan misi kemanusiaan membawa bantuan ke Gaza, Palestina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Mulachela, membenarkan kepulangan mereka.
Baca Juga: Terburuk dalam 17 Tahun, Ledakan Gas di Tambang Batu Bara Shanxi Tiongkok Tewaskan 90 Orang
“Sembilan WNI akan tiba tanggal 24 Mei pukul 15.30 WIB di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Sabtu (23/5).
Pemerintah Turkiye turut memfasilitasi kepulangan para relawan dengan pesawat Turkish Airlines.
Duta Besar Turkiye untuk Indonesia, Talip Kucukcan, menyatakan dukungan penuh terhadap repatriasi WNI.
Baca Juga: The Virgin Rilis “Gila Dangdut”, Eksperimen Rock-Dangdut yang Sentil Budaya Musik Instan
“Turkiye telah mengirimkan tiga pesawat untuk kepulangan aman seluruh anggota NGO dari 41 negara yang ikut serta dalam Global Sumud Flotilla,” katanya.
Menurut Kucukcan, sembilan WNI tersebut telah tiba di Istanbul pada 21 Mei 2026, dan bertemu dengan Konsulat Jenderal RI. Sebanyak 422 relawan dari berbagai negara berhasil dipulangkan dengan selamat.
Kesembilan WNI yang akan tiba di Indonesia adalah Andi Angga Prasadewa, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, Bambang Noroyono (Abeng), Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Baca Juga: Kasus COVID-19 di Singapura Melonjak, Ini Imbauan CDA
Kepulangan para aktivis ini tidak hanya menjadi kabar gembira bagi keluarga, tetapi juga simbol solidaritas Indonesia terhadap perjuangan kemanusiaan di Gaza.
Kehadiran jurnalis dan relawan dalam misi ini menegaskan peran aktif masyarakat sipil Indonesia di panggung internasional. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari