Haji Tanpa Izin di Arab Saudi Terancam Denda Rp93 Juta dan Deportasi, Ini Penjelasannya

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 18 Mei 2026 | 09:10 WIB
Masjidil Haram yang terus dipadati jemaah dari seluruh penjuru dunia.(SPA)
Masjidil Haram yang terus dipadati jemaah dari seluruh penjuru dunia.(SPA)

Arab Saudi Perketat Aturan Haji 1447 H Lewat Kampanye “No Hajj Without a Permit”

RADAR SURABAYA — Pemerintah Arab Saudi terus memperketat regulasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah melalui kampanye bertajuk “No Hajj Without a Permit” atau “Tidak Ada Haji Tanpa Izin”. 

Kebijakan ini digagas oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat global terhadap aturan haji.

Langkah tersebut diambil guna menjamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan jutaan jemaah yang datang dari berbagai negara setiap tahunnya.

Denda Hingga SAR100.000 dan Deportasi

Dalam aturan terbaru, pemerintah menegaskan bahwa hanya jemaah dengan izin resmi yang diperbolehkan menunaikan ibadah haji. Pelanggar akan dikenai sanksi tegas, mulai dari:

Denda hingga 20.000 riyal Saudi (Rp93 juta) bagi individu tanpa izin

Denda hingga 100.000 riyal Saudi (Rp468,8 Juta) bagi pihak yang mengangkut jemaah ilegal

Hukuman penjara

Deportasi bagi warga asing

Larangan masuk kembali ke Arab Saudi hingga 10 tahun

Kebijakan ini berlaku sejak 1 Dzulqa’dah hingga 14 Dzulhijjah, mencakup seluruh aktivitas masuk ke wilayah Makkah dan tempat suci.

Baca Juga: Haji 2026: Kemenhaj Fasilitasi Pembayaran Dam di Indonesia

Aparat Perketat Pengawasan di Semua Jalur

Pihak keamanan memperluas pengawasan di seluruh pintu masuk, baik darat, laut, maupun udara.

Siapa pun yang terbukti mencoba membawa pemegang visa kunjungan ke Makkah untuk berhaji akan langsung ditindak.

Tak hanya itu, kendaraan yang digunakan untuk pelanggaran juga terancam disita oleh pengadilan, termasuk milik pengemudi maupun pihak yang terlibat.

Kampanye Masif Jangkau 30 Juta Orang

Untuk mendukung kebijakan ini, Kementerian Dalam Negeri menggencarkan kampanye edukasi melalui berbagai platform. Sosialisasi dilakukan dalam 14 bahasa melalui:

Pesan SMS ke ponsel masyarakat

Media sosial resmi pemerintah

Rambu jalan dan layar publik

Situs web dan saluran digital

Kampanye ini diklaim telah menjangkau lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia.

Efektivitas Kampanye dan Imbauan Darurat

Program “No Hajj Without a Permit” dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat internasional tentang pentingnya mematuhi regulasi haji.

Baca Juga: Mohamed Salah Kritik Keras Liverpool: Minta Kembali ke Gaya “Heavy Metal” ala Klopp

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan pelanggaran melalui nomor darurat:

911 untuk wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, dan Timur

999 untuk wilayah lainnya

Komitmen Arab Saudi Layani Jemaah Haji

Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, mulai dari kedatangan hingga kepulangan.

Pemerintah ingin memastikan seluruh proses ibadah berjalan lancar, aman, dan khusyuk.

Dengan aturan yang semakin ketat, pemerintah berharap pelaksanaan haji 1447 H dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman bagi seluruh jemaah.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Haji 2026 arab saudi