RADAR SURABAYA - Tragedi memilukan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, setelah jembatan gantung Wouma putus pada Kamis (7/5). Peristiwa ini menyebabkan puluhan warga jatuh ke Sungai Uwe.
Hingga Minggu (17/5), tim gabungan menemukan 24 korban tewas. Selain menimbulkan duka mendalam, insiden ini juga memicu ketegangan antarsuku di wilayah tersebut.
Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, menyampaikan bahwa pencarian korban dilakukan bersama Kodim 1702/Jayawijaya dan Pos Basarnas Wamena.
Baca Juga: DPRD Jatim Dorong Perda Disabilitas, Fokus pada Hak-Hak Dasar Penyandang
“Hasil pencarian kami bersama tim gabungan sejak putusnya jembatan gantung Wouma hari pertama hingga saat ini kurang lebih telah menemukan 24 korban,” ujarnya di Wamena.
Ia menambahkan, jumlah korban masih simpang siur. “Informasi jatuh korban dari jembatan gantung Wouma ada yang bilang 7, 20, 33, dan 38, semuanya masih simpang siur. Jujur sampai detik ini kami belum mendapatkan data akurat,” jelasnya.
Tim gabungan memfokuskan pencarian di tiga titik, yakni dari lokasi jembatan putus hingga ke Jembatan Wouma area muara belakang Bandara Wamena dan Yikuba.
Baca Juga: Koreografer Surabaya Sri Mulyani Beri Workshop Tari di Kaimana, Papua Barat, Begini Konsepnya
“Total jenazah atau korban yang telah ditemukan hingga hari ini sebanyak 24 orang. Upaya pencarian terus kami lakukan bersama tim gabungan baik dari Kodim maupun Basarnas,” tambah Kapolres.
Selain pencarian korban, aparat juga berupaya meredam gejolak sosial. Kapolres mengungkapkan bahwa ketegangan antarsuku mulai muncul setelah insiden tersebut.
“Kami terus melakukan pencarian supaya dapat menurunkan tensi emosi dari keluarga korban. Pencarian itu kami lakukan hingga delapan hari lamanya sebelum terjadinya perang antarsuku di Wamena,” katanya.
Putusnya jembatan gantung Wouma di Wamena menjadi tragedi besar yang menelan 24 korban jiwa dan memicu ketegangan antarsuku.
Aparat gabungan masih terus melakukan pencarian korban sambil berupaya meredam gejolak sosial. (cnn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari