Longsor di Curug Cileat Subang, Dua Wisatawan Karawang Hilang Tertimbun Tebing 250 Meter
Nurista Purnamasari• Sabtu, 16 Mei 2026 | 02:47 WIB
Dua wisatawan hilang tertimbun longsor saat mendaki menuju Curug Cileat, Subang, Jumat (15/5). (ISTIMEWA)RADAR SURABAYA - Kawasan wisata Curug Cileat di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diguncang tragedi pada Jumat (15/5) sore. Dua wisatawan perempuan asal Karawang dilaporkan hilang setelah terseret material longsor saat mendaki menuju curug. Hingga Jumat malam, pencarian belum membuahkan hasil karena hujan deras kembali mengguyur lokasi dan memaksa tim SAR menghentikan operasi sementara. Baca Juga: Surabaya Vaganza 2026: Siapkan 15 Titik Parkir Resmi, Ini Rekayasa Pengalihan Lalu LintasPeristiwa ini menambah daftar panjang bencana longsor di Jawa Barat yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi.Kepala BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, membenarkan laporan tersebut.“Iya benar, kami mendapat laporan sekitar pukul 14.30 WIB dari warga setempat yang melihat kejadian tersebut. Pihak BPBD segera menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penanganan di area terdampak,” ujarnya. Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Lokasi di Tanah Suci yang Terlarang Difoto, Melanggar Bisa Kena Denda Rp2 MiliarMenurut Udin, pencarian dilakukan selama lima jam hingga pukul 19.30 WIB, namun belum membuahkan hasil. Operasi dihentikan sementara karena hujan deras kembali turun dan dikhawatirkan memicu longsor susulan. Pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan personel tambahan dari TNI, Polri, Tagana, relawan, dan masyarakat setempat.Baca Juga: Tragis! Bocah Kelas 2 SD di Semarang Meninggal Gara-Gara Tertimpa Patung di Museum RonggowarsitoKorban yang hilang diketahui bernama Alda Apriliani, 22, warga Cikampek dan Winda Limbong, 20, warga Kosambi Karawang. Keduanya merupakan bagian dari rombongan lima orang pendaki. Tiga rekan korban berhasil selamat, yakni Sinta Bela, 28, Sari Nengsih, 25, dan Sulistia, 20. Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban berada di titik longsor sementara rekan lainnya berada di belakang. Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 16 Mei 2026, Potensi Hujan Pancaroba, Waspada Banjir Rob di PesisirMaterial tanah dari tebing setinggi 250 meter runtuh akibat hujan deras dan langsung menyeret kedua korban ke arah aliran Sungai Cileat. Seorang wisatawan asal Purwakarta bernama Elza yang berada di lokasi turut menyaksikan peristiwa tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum longsor terjadi, cuaca di kawasan curug sangat ekstrem dengan intensitas hujan tinggi. Elza sempat mengingatkan korban untuk segera turun demi keamanan, namun nahas, longsor terjadi saat rombongan melintasi jalan sempit. Baca Juga: Wujudkan Program Jatim Cerdas, Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan“Tiba-tiba ada suara air yang sangat deras, tak lama kemudian longsor jatuh dan kedua korban langsung terbawa material. Jalan di lokasi pun tertutup longsor,” kata Udin mengutip kesaksian Elza.Kapolsek Cisalak, Iptu Endang Pirtana, menyampaikan bahwa hingga malam ini petugas masih siaga di lokasi kejadian. “Korban masih belum ditemukan, namun barang-barang yang dibawa korban seperti sepatu dan tas sudah ditemukan,” ujarnya. Baca Juga: Viral Isu Pengangkatan Rahim Gara-Gara Dihamili Pejabat, Ini Klarifikasi Ayu Aulia Endang menambahkan, tim gabungan malam ini masih standby di ketinggian 900 Mdpl untuk memantau situasi dan menyusun strategi pencarian besok. “Pencarian malam ini sudah dihentikan, dan akan dilanjutkan besok pagi bersama unsur TNI-POLRI, BPBD, Tagana, relawan, dan masyarakat setempat. Kita harapkan besok cuaca bisa bersahabat sehingga pencarian bisa lebih maksimal,” ucapnya.Tragedi ini terjadi saat kawasan Kecamatan Cisalak diguyur hujan lebat dengan intensitas tinggi. Baca Juga: Kakak-Adik Balita di Surabaya Terkunci di Kamar Mandi, Kok Bisa?Kondisi geografis perbukitan yang curam membuat kawasan Curug Cileat rawan longsor. Material tanah yang gembur dan aliran air deras mempercepat runtuhnya tebing. Longsoran tanah yang menyeret dua wisatawan tersebut mengarah ke aliran Sungai Cileat, sehingga pencarian korban dilakukan dengan menyisir area sungai dan timbunan material. (net/nur) Editor : Nurista Purnamasari