Lampung - Tim gabungan Polda Lampung berhasil melumpuhkan komplotan bandit curanmor yang menewaskan Bripka Anumerta Arya Supena saat menjalankan tugas pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor.
Dua pelaku yang selama ini diburu aparat akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi pengejaran intensif yang dipimpin langsung jajaran Polda Lampung. Satu pelaku ditembak mati karena melakukan perlawanan berbahaya terhadap petugas.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengungkapkan, kedua pelaku masing-masing bernama Hamli dan Bahroni, warga Kabupaten Pesawaran.
“Kasus ini merupakan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan yang disertai aksi penembakan hingga menyebabkan Bripka Anumerta Arya Supena gugur saat bertugas,” tegas Helfi dalam ekspose di Gedung Siger Lounge Mapolda Lampung, Jumat (15/5).
Pelaku Hamli berhasil dibekuk di wilayah Jabung, Lampung Timur. Saat hendak diamankan, Hamli mencoba melawan sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki pelaku.
Sementara itu, pengejaran terhadap Bahroni berlangsung dramatis di kawasan wisata Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kabupaten Pesawaran. Polisi terpaksa menembak mati Bahroni setelah pelaku melakukan perlawanan aktif yang membahayakan keselamatan aparat.
“Petugas sudah memberikan peringatan. Namun pelaku tetap melawan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Helfi.
Dari hasil penyelidikan, Hamli berperan sebagai joki sekaligus pengawas situasi, sedangkan Bahroni merupakan eksekutor utama pencurian kendaraan bermotor.
Peristiwa berdarah itu terjadi saat Bahroni beraksi mencuri sepeda motor di kawasan toko roti Yussy Akmal. Aksinya dipergoki Bripka Arya Supena hingga terjadi pergulatan sengit.
Dalam perkelahian tersebut, Bahroni berhasil merebut senjata api milik korban lalu menembakkannya ke arah kepala Bripka Arya Supena hingga gugur di lokasi kejadian.
Usai menembak korban, kedua pelaku melarikan diri dan sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan cara menguburnya di wilayah Sidodadi, Kabupaten Pesawaran.
Polda Lampung memastikan kedua pelaku merupakan spesialis curanmor lintas wilayah yang kerap beraksi di Kota Metro dan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.
“Motif mereka bukan untuk kebutuhan ekonomi, tetapi hasil kejahatan digunakan membeli narkoba karena keduanya pengguna narkotika,” ungkap Helfi.
Editor : M Firman Syah