RADAR SURABAYA - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga pertengahan Mei, tercatat lebih dari 23 ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia telah mendaftar untuk mengikuti rangkaian acara yang akan mencapai puncaknya pada 31 Mei 2026.
Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, menyebut peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah sebagai penyumbang terbanyak.
Baca Juga: Puluhan Bhikkhu Lintas Negara Jalan Kaki ke Candi Borobudur, Audiensi dengan Uskup Surabaya
Ia menambahkan, jumlah peserta biasanya meningkat signifikan saat malam pelepasan lampion, yang bisa menambah hingga 10 ribu orang lagi.
Lonjakan pengunjung membuat tingkat hunian hotel, homestay, dan penginapan warga di sekitar Borobudur hampir penuh sejak jauh hari.
Menurut Tanto, perayaan Waisak memberikan dampak ekonomi besar bagi masyarakat lokal, terutama pelaku usaha pariwisata dan kuliner.
Baca Juga: Kebakaran RSUD Dr Soetomo: 1 Pasien Tewas, 1 Kritis, Diduga Akibat Korsleting!
Momentum libur panjang akhir Mei juga diprediksi mendorong peningkatan kunjungan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu sorotan tahun ini adalah perjalanan spiritual Bhikkhu Thudong dari Bali menuju Borobudur sejauh 660 kilometer.
Sebanyak 60 bhikkhu mengikuti perjalanan ini, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 bhikkhu lokal.
Baca Juga: Kebab Jumbo Viral di Surabaya, Andalkan Porsi Besar dan Harga Terjangkau
Prosesi puncak Waisak akan dimulai dari Candi Mendut menuju Borobudur, dengan detik-detik Waisak jatuh pada pukul 15.44 WIB.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pelepasan lampion perdamaian dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB, lalu ditutup dengan pertunjukan sendratari.
Dengan antusiasme ribuan peserta, perjalanan Bhikkhu Thudong, serta dukungan penuh pemerintah, Waisak 2026 di Borobudur diprediksi menjadi perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Selain menjadi momentum spiritual umat Buddha, acara ini juga memperkuat citra Borobudur sebagai pusat toleransi dan destinasi wisata budaya dunia. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari