Gara-Gara Sinkhole, Ribuan Warga di Limapuluh Kota Sumatera Barat Terisolasi
Nurista Purnamasari• Rabu, 13 Mei 2026 | 16:05 WIB
Sinkhole yang muncul di Nagari Situjuah Ladang Laweh usai hujan deras semalaman. (Kompas.com)RADAR SURABAYA - Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (12/5) sore hingga Rabu (13/5) dini hari menyebabkan longsor, banjir, dan tanah ambles di sejumlah wilayah. Dampak paling parah terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, di mana satu-satunya akses jalan warga terputus total akibat longsor dan ambles membentuk lubang besar menyerupai sinkhole.
Ribuan Warga Terisolasi
Menurut Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Dt Sinaro Paneh, sebanyak 600 kepala keluarga atau sekitar 2.053 jiwa kini terisolasi karena kendaraan tidak bisa melintas di ruas jalan kabupaten Situjuah LadangLaweh–Batas Batusangkar, tepatnya di kawasan Lokuak Pangorangan. Baca Juga: Temukan 25.400 Sim Card Sudah Teregistrasi, Polda Jatim Dalami Pemesan Kode OTPMaterial longsor menutup seluruh badan jalan, sementara sebagian permukaan jalan ambles sedalam beberapa meter. Warga hanya bisa berjalan kaki melalui jalur alternatif yang licin dan berbahaya.Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Sekolah terpaksa diliburkan, pasokan bahan pokok terhambat, dan kegiatan ekonomi nyaris berhenti.
Potensi Bencana Lanjutan
Selain di Situjuah Ladang Laweh, bencana serupa juga terjadi di Nagari Tungkar, di mana sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor. Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Border Hewan Kurban, Ternak Tanpa Vaksin dan Dokumen Ditolak MasukAliran Batang Sandir dan Batang Air Pondam yang bermuara ke Batang Agam kembali meluap, merendam lahan pertanian dan merusak kawasan lubuk ikan larangan. Luapan sungai juga memicu longsor di beberapa jalan pertanian, memperparah kondisi infrastruktur desa.Fajar menilai penanganan bencana di Limapuluh Kota tidak bisa lagi bersifat reaktif. Ia menekankan perlunya mitigasi jangka panjang yang melibatkan kajian ekosistem dan perubahan iklim. Baca Juga: Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Apresiasi Capaian Jatim Jadi Role Model Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan NasionalMenurutnya, banyak pakar lingkungan telah memperingatkan bahwa bencana hidrometeorologi di wilayah ini bukan lagi masalah lokal, melainkan akibat degradasi lingkungan dan anomali cuaca ekstrem yang terus meningkat di Sumatera Barat. (kmp/nur) Editor : Nurista Purnamasari