Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: Mengapa Jemaah Haji NTT dan Bali Lebih Pilih Embarkasi Surabaya? Ini Alasannya!

Rahmat Sudrajat • Rabu, 13 Mei 2026 | 04:42 WIB

 

Jemaah haji Nusa Tenggara Timur saat tiba di Asrama Haji, Senin (11/5). (Rahmat Sudrajat)
Jemaah haji Nusa Tenggara Timur saat tiba di Asrama Haji, Senin (11/5). (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA– Embarkasi Surabaya resmi menjadi pintu keberangkatan utama bagi jemaah haji asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski secara geografis beberapa wilayah lebih dekat dengan NTB, para jemaah dari Pulau Dewata dan Bumi Flobamora tetap memilih berangkat melalui Surabaya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengungkapkan bahwa faktor biaya perjalanan dan kemudahan akses transportasi darat menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut.

Biaya Perjalanan dari NTT ke Surabaya Lebih Murah

Menurut Anam, kerja sama pemberangkatan jemaah haji NTT melalui Surabaya sudah berlangsung lama.

Menariknya, meskipun NTT lebih dekat ke Nusa Tenggara Barat (NTB) secara peta, ongkos transportasinya justru lebih mahal.

"Setelah kami berkoordinasi dengan pihak NTT, biaya perjalanan dari NTT ke NTB ternyata jauh lebih mahal.

Jika mereka ke NTB, pilihannya harus transit ke Bali atau ke Surabaya dulu. Itulah mengapa mereka memilih langsung ke Surabaya karena biayanya jauh lebih efisien," jelas Anam pada Selasa (12/5).

Akses Tol Banyuwangi Mudahkan Jemaah Haji Asal Bali

Sementara itu, bagi jemaah haji asal Bali, Embarkasi Surabaya dipilih karena kemudahan infrastruktur darat.

Keberadaan jalan tol yang kini sudah mencapai wilayah Besuki, Situbondo, menuju Banyuwangi menjadi nilai tambah.

Dengan adanya tol tersebut, jemaah asal Bali tidak perlu menggunakan pesawat secara penuh.

Mereka cukup menempuh jalur darat menggunakan bus hingga Pelabuhan Ketapang, lalu melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

"Bali bergabung dengan kami karena aspek biaya dan akses. Jika lewat jalur lain, jemaah wajib pakai pesawat.

Dengan kami, mereka bisa menggunakan bus darat. Apalagi tol sebentar lagi tembus sampai Ketapang," tambahnya.

Efektivitas Penerbangan Langsung dari NTT

Senada dengan Anam, Plt. Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenaj) NTT, Hasan Manuk, menjelaskan bahwa efektivitas rute penerbangan menjadi kunci.

Hingga saat ini, penerbangan langsung dari bandara-bandara di NTT lebih banyak tersedia menuju Surabaya dibandingkan menuju Lombok (NTB).

"Kalau ke Lombok harus transit dulu di Surabaya atau Denpasar. Itu tidak efektif secara waktu dan biaya. Makanya kami memilih satu kali terbang langsung ke Surabaya," tutur Hasan.

Hasan merinci tiga titik keberangkatan utama jemaah haji NTT:

1.Bandara El Tari (Kupang): Melayani jemaah dari Flores Timur, Alor, dan Timor.

2.Bandara di Sumba: Melayani jemaah dari daratan Pulau Sumba.

3. Bandara Internasional Komodo (Labuan Bajo):Melayani jemaah dari wilayah Flores Barat.

Titik Kumpul di Asrama Haji Sukolilo

Seluruh jemaah dari berbagai rute tersebut nantinya akan berkumpul di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, para jemaah akan dilepas secara resmi oleh Gubernur NTT sebagai bentuk penghormatan dan koordinasi antarwilayah.

Kombinasi antara sejarah kerja sama yang erat, kesamaan pola pikir, serta efisiensi anggaran menjadikan Surabaya sebagai pilihan paling rasional bagi penyelenggaraan ibadah haji wilayah Indonesia Timur.

Jemaah asal Nusa Tenggara Timur tiba di Asrama Haji Senin (11/5) dan terbang ke Tanah Suci pada Selasa (12/5) malam. (rmt)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#bali #Nusa Tenggara Timur (NTT) #jemaah haji #embarkasi surabaya