Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG, Distribusi dari Satu Dapur SPPG 

M. Mahrus • Senin, 11 Mei 2026 | 16:39 WIB
Sejumlah siswa yang keracunan menu MBG di Tembok Dukuh, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
Sejumlah siswa yang keracunan menu MBG di Tembok Dukuh, Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mendadak menjadi sorotan setelah ratusan siswa dari 12 sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Senin (11/5).

Sedikitnya 200 siswa tingkat TK, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, hingga pusing. Sebagian siswa sempat mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya. Sementara siswa lainnya ditangani langsung oleh petugas kesehatan di sekolah masing-masing.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh drg Tiyas Pranadani mengatakan, seluruh siswa terdampak diketahui menerima distribusi MBG dari SPPG yang sama. Kondisi itu membuat dugaan sementara mengarah pada makanan yang dibagikan dalam program tersebut.

Baca Juga: Honda Stylo 160 Hadirkan Pengalaman Stylish Riding Lewat “Sunmori Ride in Style” di Surabaya

“Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh. Banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh,” ujar Tiyas saat ditemui di RS IBI Surabaya.

Laporan pertama diterima pihak puskesmas sekitar pukul 09.00 WIB setelah sejumlah siswa mulai mengalami gejala tidak lama setelah menyantap makanan. “Sekitar jam 9-an saya dapat laporan dari sekolah kalau ada siswa yang dibawa ke puskesmas, yang klaim kalau keracunan MBG,” katanya.

Pihak Puskesmas pun langsung bergerak cepat dengan mendatangi sekolah-sekolah terdampak untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal. Langkah itu dilakukan agar siswa dengan gejala ringan tidak perlu seluruhnya dirujuk ke rumah sakit.

“Gejalanya masih ringan dan masih memungkinkan kita tangani dan obati di tempat,” jelasnya.

Dari pantauan di RS IBI Surabaya, antrean siswa dan wali murid terlihat memenuhi area pelayanan informasi rumah sakit. Mereka bergantian melakukan pendataan sebelum menjalani pemeriksaan medis.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Terima Kepala BRIN di Grahadi, Bangun Kolaborasi Perkuat Riset dan Hilirisasi Inovasi

Meski jumlah siswa terdampak cukup besar, Tiyas memastikan mayoritas hanya mengalami gejala ringan dan belum ada laporan pasien yang harus menjalani rawat inap intensif. “Yang dibawa ke RS IBI kurang lebih 100-an. Datanya masih terus kami update,” imbuhnya.

Hingga kini, petugas kesehatan masih melakukan pendataan lanjutan sekaligus menelusuri penyebab pasti kejadian tersebut. Termasuk kemungkinan pemeriksaan sampel makanan dari dapur SPPG yang mendistribusikan MBG ke sekolah-sekolah terdampak. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#mbg surabaya #siswa keracunan MBG #keracunan mbg #Mbg #tembok dukuh