Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menag Ikuti Pindapata Waisak 2026, Bawa Pelajaran Keikhlasan dan Cinta Kasih

Nurista Purnamasari • Minggu, 10 Mei 2026 | 23:43 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Pindapata Nasional Gema Waisak 2570 B.E, di Jakarta. (Istimewa)
Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Pindapata Nasional Gema Waisak 2570 B.E, di Jakarta. (Istimewa)

RADAR SURABAYA - Pindapata adalah tradisi Buddhis berupa praktik para bhikkhu berjalan berkeliling untuk menerima persembahan makanan dari umat awam. 

Dalam praktiknya, para bhikkhu berjalan dengan tenang dan meditatif sambil membawa mangkuk, menerima makanan atau kebutuhan pokok dari umat. 

Tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Buddha Gautama dan diwariskan hingga kini dalam aliran Theravāda maupun tradisi Buddhis lainnya.

Baca Juga: Lagi! Wabah Serang Kapal Pesiar, Ratusan Orang di Caribbean Princess Terinfeksi Norovirus

Dalam menyambut Hari Raya Waisak, digelarlah Pindapata Nasional Gema Waisak 2570 B.E di Jakarta, Minggu (10/5).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pindapata bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan pelajaran berharga tentang kehidupan. 

Hal ini disampaikan dalam gelaran Vesakha Sananda 2570 B.E. yang berlangsung di Jakarta, Minggu (10/5), dan dihadiri sekitar 75 bhikkhu anggota Sangha Theravada Indonesia serta lebih dari 10.000 umat Buddha dari berbagai daerah.

Baca Juga: Gunung Puntang Kembali Makan Korban: Mahasiswa ITB Hilang Saat Turun dari Puncak Mega

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menyebut bahwa Pindapata menghadirkan keteduhan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Tradisi ini, menurutnya, menjadi perjumpaan batin antara yang memberi dan menerima, sekaligus sarana melatih keikhlasan dan melembutkan hati. 

“Dalam kesederhanaan para Bhikkhu, kita belajar bahwa manusia tidak selalu dibesarkan oleh apa yang dimilikinya, tetapi oleh apa yang mampu ia lepaskan,” ujarnya.

Kegiatan Pindapata Nasional kali ini mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih bagi Negeri”. 

Baca Juga: Gunung Puntang Kembali Makan Korban: Mahasiswa ITB Hilang Saat Turun dari Puncak Mega

Tema tersebut mengajak umat Buddha untuk mewujudkan praktik spiritual melalui tindakan nyata bagi sesama dan bangsa. 

Menag juga menekankan pentingnya menghadirkan nilai cinta kasih dalam kehidupan beragama dan sosial melalui penguatan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi. 

Ia berharap perayaan Waisak tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga pengingat bahwa bangsa membutuhkan lebih banyak welas asih dan kebijaksanaan.

Sementara itu, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Subhapanno Mahathera, menambahkan bahwa Pindapata merupakan tradisi luhur Buddhis yang telah berlangsung sejak zaman Buddha Gautama. 

Baca Juga: Pertahankan Tradisi, Biksu dari Enam Negara Gelar Pindapata di Mall Surabaya Lewat Vesak Festival

Tradisi ini adalah bentuk dana atau pemberian, yang bila dilakukan dengan baik akan menyempurnakan moralitas (sila), memperkuat keteguhan batin (samadhi), dan mengembangkan kebijaksanaan. “Itulah jalan menuju kebebasan akhir dari derita, yaitu Nibbana,” jelasnya. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Menteri Agama #budha #Pindapata #waisak #nasaruddin umar