RADAR SURABAYA — Embarkasi Surabaya mencatat empat jemaah haji wafat hingga pelaksanaan pemberangkatan gelombang kedua.
Tiga jemaah meninggal dunia di Tanah Suci, sementara satu lainnya wafat di daerah setelah dipulangkan dari Asrama Haji Surabaya.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menegaskan pemerintah memastikan seluruh hak jemaah yang wafat tetap dipenuhi sesuai prosedur.
Hak tersebut mencakup penyelesaian administrasi hingga pelaksanaan ibadah yang belum sempat ditunaikan.
“Bagi jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah haji, akan difasilitasi badal haji oleh petugas yang ditunjuk dan memenuhi syarat,” ujar Anam, Minggu (10/5).
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah, baik di Tanah Suci maupun di daerah asal. Pemerintah berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Semoga almarhum dan almarhumah diterima amal ibadahnya serta keluarga diberi kesabaran,” katanya.
Selain itu, pemerintah memastikan ahli waris jemaah akan menerima asuransi kematian. Besaran santunan masih menunggu regulasi terbaru, namun diharapkan setara dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sekitar Rp35,6 juta.
“Besaran asuransi masih dalam ketentuan lebih lanjut, tetapi kami berharap nilainya setara dengan BPIH,” jelasnya.
Daftar Jemaah Haji Wafat
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Surabaya, empat jemaah yang wafat adalah:
Kamariyah Dulayib (85), Kloter 8, wafat di Madinah akibat gangguan pernapasan.
Akhmad Tohar Abdul Muin, Kloter 6, memiliki riwayat penyakit paru-paru, wafat di daerah setelah perawatan di RS Haji Surabaya.
Abd. Wachid, Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan.
Fajar Puja Sasmita, Kloter 11 asal Kota Malang.
99 Mutasi Keberangkatan Jemaah Haji
Dalam operasional pemberangkatan, tercatat 99 mutasi keluar yang memengaruhi manifes jemaah.
Baca Juga: The Chung Sen Pendiri Jawa Pos Ternyata Juga Pendiri SMA Lian Huo di Undaan Wetan Surabaya
Rinciannya meliputi jemaah sakit di daerah, perawatan di rumah sakit, kondisi hamil, pendamping jemaah, penundaan keberangkatan, hingga perpindahan kloter dan nomor urut.
Selain itu, terdapat delapan jemaah yang masih menunda keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Mereka terdiri atas enam jemaah sakit dan dua pendamping yang masih menjalani observasi kesehatan sambil menunggu ketersediaan kursi pada kloter berikutnya.
Proses Keberangkatan Masih Berjalan
PPIH menegaskan bahwa proses operasional haji masih terus berlangsung secara bertahap sesuai jadwal.
Seluruh jemaah yang tertunda keberangkatannya akan diupayakan tetap bisa diberangkatkan sesuai kondisi kesehatan dan ketersediaan kuota.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan