RADAR SURABAYA – Seorang jemaah haji asal Jombang dipastikan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci setelah mengalami gangguan kesehatan berupa demensia.
Jemaah bernama Mualiful Karim (59), yang tergabung dalam Kloter 62 Embarkasi Surabaya, sebelumnya sempat mengamuk dan berusaha meninggalkan asrama haji pada Kamis (7/5) malam.
Peristiwa tersebut terjadi di Asrama Haji Embarkasi Surabaya ketika yang bersangkutan menunjukkan perilaku tidak stabil dan menolak aturan pembagian kamar jemaah.
Sempat Mengamuk karena Masalah Kamar dengan Istri
Menurut keterangan petugas, Mualiful Karim tidak menerima aturan pemisahan kamar antara jemaah laki-laki dan perempuan.
Ia bahkan sempat mengamuk karena ingin satu kamar dengan istrinya.
Namun, aturan di asrama haji mewajibkan pemisahan tempat tinggal demi ketertiban dan kenyamanan seluruh jemaah.
Kondisi tersebut kemudian memicu reaksi emosional dari jemaah bersangkutan.
Hasil Pemeriksaan Medis: Terindikasi Demensia
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan jemaah mengalami gangguan kesehatan serius.
“Yang bersangkutan sudah lupa dengan dirinya sendiri. Karena itu dirujuk ke Rumah Sakit Menur untuk observasi,” ujarnya, Jumat (8/5).
Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, dokter menyatakan bahwa Mualiful Karim tidak memenuhi syarat istiṭā‘ah atau kemampuan kesehatan untuk menunaikan ibadah haji.
Diduga Dipicu Kondisi Psikologis dan Kehilangan Pasangan
Pihak PPIH menyebut, jemaah berangkat bersama anaknya, Sofia Aimatil Afifah (33). Sementara itu, istri jemaah diketahui telah meninggal dunia, yang diduga turut memengaruhi kondisi psikologisnya.
Baca Juga: Kasus Joki UTBK di Surabaya, DPRD Desak Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Blangko E-KTP
Keluarga akhirnya menerima keputusan pembatalan keberangkatan demi keselamatan jemaah.
Demensia Sulit Dideteksi Sejak Awal
PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan bahwa demensia tidak mudah dikenali secara kasat mata.
Salah satu indikator medis yang digunakan adalah kemampuan melakukan perhitungan sederhana.
“Ketidakmampuan menjumlahkan atau mengurangkan angka sederhana bisa menjadi salah satu tanda gangguan kognitif,” jelas Anam.
Ia menegaskan pentingnya ketelitian pemeriksaan kesehatan di daerah agar kasus serupa tidak terjadi di embarkasi.
23.519 Jemaah Sudah Diberangkatkan
Hingga saat ini, sebanyak 23.519 jemaah atau sekitar 53 persen dari total jemaah Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, jumlah jemaah yang gagal berangkat karena alasan kesehatan tercatat empat orang, berasal dari Pasuruan, Kabupaten Malang, Lamongan, dan Jombang.
Kloter 62 yang berisi jemaah dari Jombang dan Kediri tetap dijadwalkan berangkat pada Jumat (8/5) pukul 14.40 WIB tanpa keberangkatan Mualiful Karim.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan