Kelasi Dua TNI AL Asal Bangkalan Meninggal di KRI Radjiman, Keluarga Soroti Kejanggalan dan Dugaan Penganiayaan
Nurista Purnamasari• Senin, 4 Mei 2026 | 12:32 WIB
Anggota TNI AL KLD Ghofirul Kasyfi asal Bangkalan yang meninggal di kamarnya di KRI Radjiman Wedyodiningrat. (Istimewa)RADAR SURABAYA - Kematian anggota TNI AL Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi, 22, di KRI Radjiman Wedyodiningrat menyisakan tanda tanya besar. Pemuda asal Bangkalan, Madura, itu ditemukan meninggal dunia di kamarnya pada akhir April 2026. Namun, pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan dalam kasus ini, mulai dari dugaan penganiayaan oleh senior hingga kondisi jenazah yang penuh lebam.Ayah korban, Mahbub Madani, menjelaskan bahwa sejak Februari 2026 putranya ditempatkan di KRI Radjiman Wedyodiningrat untuk menjalani masa orientasi. Baca Juga: Penggelapan Motor dengan Modus Persewaan Mobil di Surabaya, Begini Akal-akalan PelakuSejak saat itu, Ghofirul yang akrab disapa Ovy kerap mengirim pesan kepada ibunya, mengaku sering dipukul oleh senior hingga puluhan orang. Ia bahkan meminta pindah ke kapal lain karena tidak kuat dengan perlakuan yang diterima.Menurut Mahbub, Ovy sering mengeluh hanya mendapat waktu istirahat satu jam per hari. Siang bekerja, malamnya mendapat penganiayaan. Baca Juga: Mendunia! Lagu Tabola Bale Masuk Nominasi Music Awards Japan 2026“Anak saya bilang kalau siang kerja, malamnya dibantai. Dia tidur jam 2, jam 3 sudah dibangunkan lagi. Bahkan sering minta tolong agar bisa pindah kapal ke Surabaya,” ungkap Mahbub dikutip dari Kompas.com, Senin (4/5).Kejanggalan semakin terasa ketika pada akhir Maret, keluarga didatangi dua orang yang mengaku sebagai senior Ovy. Mereka menyebut Ovy kabur dari kapal. Namun, sehari setelah kunjungan itu, keluarga justru mendapat kabar bahwa Ovy ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya. Kondisi Jenazah
Jenazah Ovy tiba di rumah duka Bangkalan pada 27 April 2026 pukul 01.30 dini hari. Saat peti dibuka, keluarga melihat wajah Ovy penuh lebam. Pada pagi harinya, ketika peti dibuka utuh sebelum dimakamkan, keluarga menemukan banyak lebam di tubuh korban, bahkan bagian selangkangan mengeluarkan darah.Mahbub menilai dugaan bunuh diri yang disampaikan pihak TNI AL tidak masuk akal. Baca Juga: Dua Bocah Hadang KA Jenggala di Sidoarjo, Aksi Berbahaya Viral di Media Sosial“Bagi kami mustahil anak saya bunuh diri. Dia itu tegar, ikut bela diri, mentalnya kuat. Lebih aneh lagi, luka di lehernya ada di bawah, bukan di atas seperti orang gantung diri. Ada yang bilang lebam itu tanda lahir, tapi saya kenal anak saya, dia tidak punya tanda lahir,” tegasnya.Keluarga mendesak agar TNI AL mengusut tuntas kasus ini dan melakukan otopsi terhadap jenazah Ovy. Mahbub menegaskan bahwa kematian putranya tidak wajar dan penuh kejanggalan. “Saya marah melihat tubuh anak saya penuh lebam. Kami minta kasus ini diusut agar jelas penyebab kematiannya,” ujarnya. (kmp/nur) Editor : Nurista Purnamasari