RADAR SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi memulai uji coba perdana penggunaan bahan bakar ramah lingkungan Biodiesel B50 pada lokomotif di Surabaya. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya transisi energi di sektor transportasi kereta api nasional.
Uji coba dilakukan di Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya, dengan menggunakan lokomotif seri CC206 15 12. Rangkaian pengujian meliputi proses pencampuran bahan bakar, pengecekan sarana, hingga uji statis di jalur parkir.
Tidak berhenti di situ, uji coba dinamis juga dilakukan dengan mengoperasikan Kereta Api (KA) Sembrani. Penerapan bahan bakar berkelanjutan ini diterapkan pada perjalanan relasi Surabaya Pasar Turu–Gambir pada 30 April dan perjalanan sebaliknya pada 1 Mei.
Performa Memuaskan, Operasional Tidak Terganggu
Hasil awal menunjukkan performa yang sangat memuaskan. Penggunaan Biodiesel B50 dinilai berjalan lancar dan tidak mengganggu kinerja operasional maupun tenaga lokomotif. Hal ini menjadi indikator positif bagi KAI untuk melanjutkan uji coba jangka panjang.
Komitmen KAI Tekan Emisi Karbon
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa uji coba ini bertujuan memastikan keamanan dan keandalan teknologi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
“Melalui serangkaian uji coba tahap awal ini, kami ingin memastikan bahwa penggunaan Biodiesel B50 aman dan andal. Selain itu, ini juga menjadi kontribusi nyata KAI dalam menekan emisi karbon, menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Mahendro, Minggu (3/5).
Uji Coba Enam Bulan dengan Pemantauan Intensif
Rencananya, uji coba ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Selama periode tersebut, tim teknis akan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi mesin dan ketahanan komponen. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan sebelum teknologi ini diterapkan secara luas demi menjamin keselamatan perjalanan.
Sebelumnya Sukses dengan B40, KAI Optimis B50
Mahendro menambahkan bahwa sebelumnya armada diesel KAI telah menggunakan bahan bakar B40 secara menyeluruh sejak Februari 2025. Penerapan tersebut sukses dilakukan setelah melalui tahapan uji coba sejak Juli 2024. “Selama penggunaannya, performa mesin tetap terjaga optimal,” tuturnya.
Melihat kesuksesan tersebut, KAI optimis bahwa peralihan dari B40 ke B50 juga akan berjalan lancar. Pasalnya, spesifikasi teknis kedua jenis bahan bakar tersebut dinilai hampir serupa.
“Kami berharap kegiatan yang diinisiasi bersama Kementerian ESDM ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal. Tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga mendukung transisi energi menuju transportasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan