Papan Nama SD di Sulawesi Tenggara Roboh Timpa Siswa, 1 Tewas, 2 Luka
Nurista Purnamasari• Minggu, 3 Mei 2026 | 15:24 WIB
Ilustrasi papan nama sekolah roboh. (Radar Surabaya)RADAR SURABAYA - Peristiwa tragis menimpa siswa SDN 7 Barangka, Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang siswa berinisial SL, 7, meninggal dunia setelah tertimpa papan nama sekolah yang terbuat dari tembok cor pada Kamis (30/4). Dua siswa lain, AA, 7, dan AR, 9, turut mengalami luka-luka. Insiden ini memicu keprihatinan sekaligus evaluasi serius terhadap kelayakan bangunan sekolah di wilayah tersebut.Baca Juga: Haji 2026: PPIH Embarkasi Surabaya Pastikan Korban Kecelakaan Jabal Magnet Sudah PulihKasi Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WITA. Saat itu, siswa kelas satu baru saja dipulangkan. SL dan AA duduk di dekat papan nama sekolah sambil menunggu jemputan, lalu AR datang dan memegang tiang papan nama. Seketika, struktur tembok cor roboh menimpa ketiganya.SL mengalami luka serius di bagian kepala dan sempat dilarikan ke RSUD Muna Barat, namun nyawanya tidak tertolong. Baca Juga: Lompat dari Lantai 20, Tamu Kafe Hotel di Jalan Basuki Rahmat Surabaya Tewas, Sempat Pesan dan Makan SaladSementara AA dan AR yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan medis dan dipulangkan. “Saat ini penyidik Polres Muna tengah melakukan pendalaman di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab robohnya struktur tembok tersebut, apakah karena faktor usia bangunan atau kelalaian lain,” jelas Jufri.Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Baca Juga: Diduga Akhiri Hidup, Siswa SD di Ngada NTT Tergantung di Pohon Cengkeh“Papan nama yang roboh telah lama dibangun, sehingga semua bangunan akan diperiksa. Jika ada yang tidak layak, tidak akan digunakan lagi demi keselamatan,” ujarnya.Darwin juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Muna Barat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas sekolah, termasuk struktur bangunan yang berpotensi membahayakan siswa. Selain itu, ia menjadwalkan rapat bersama seluruh kepala SD dan SMP pada Senin (4/5), untuk membahas langkah antisipasi. (kmp/nur) Editor : Nurista Purnamasari