RADAR SURABAYA - Langit Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi perhatian warga setelah muncul fenomena awan menyerupai pelangi pada Jumat (1/5).
Peristiwa langka ini sempat membuat lalu lintas tersendat karena banyak pengendara berhenti untuk merekam momen tersebut.
Meski menimbulkan rasa penasaran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa fenomena ini bukan pertanda bencana.
Fenomena awan pelangi pertama kali disadari oleh Ahmad Baehaqy Pratama, 21, saat melintas di Jalan Jeprah, Jonggol. “Belum hujan, tapi di sebelah kanan kayak ada pelangi,” ujarnya dikutip dari Detik.com, Sabtu (2/5).
Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan, bahkan ada yang menepi untuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel. Kondisi ini sempat membuat arus lalu lintas tersendat.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan optik atmosfer.
Baca Juga: Persebaya Mengamuk! Hajar PSBS Biak 4-0, Raickovic dan Rivera Pesta Gol di GBT
“Fenomena yang terlihat pada video tersebut merupakan peristiwa umum dalam atmosfer dan berkaitan dengan optik atmosfer,” ungkapnya.
Ida menerangkan bahwa warna pelangi muncul karena cahaya matahari berinteraksi dengan butir air di udara, baik dari sisa hujan maupun hujan yang terjadi di wilayah lain.
Ia juga menambahkan bahwa adanya awan towering cumulus menutupi sebagian pelangi sehingga bentuknya tampak tidak utuh dan menyerupai “awan pelangi”.
Baca Juga: Fenomena Waterspout di Suramadu Bikin Heboh
Bukan Pertanda Bahaya
BMKG menegaskan bahwa fenomena awan pelangi bukan tanda langsung akan terjadi badai.
“Fenomena ini menunjukkan adanya proses pertumbuhan awan konvektif dan kemungkinan hujan lokal di sekitar wilayah tersebut, meskipun titik pengamat masih cerah,” jelas Ida. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari