Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: Dua Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Batal Berangkat karena Sakit dan Hamil, Ini Penjelasan PPIH

Rahmat Sudrajat • Jumat, 1 Mei 2026 | 18:15 WIB
Pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Surabaya. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 13.657 jemaah haji Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga awal Mei 2026.

Mereka terbagi dalam 36 kelompok terbang (kloter). Namun, di tengah proses pemberangkatan tersebut, dua jemaah dipastikan batal berangkat karena faktor kesehatan dan kehamilan.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa satu

jemaah batal berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, sementara satu lainnya karena sedang hamil.

“Yang batal berangkat ada dua orang, satu karena hamil dan satu lagi karena sakit. Jemaah yang sakit berasal dari Pasuruan, usia 73 tahun, kloter 6, dan sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Haji.

Sedangkan yang hamil berasal dari Lamongan, usia 43 tahun, tergabung dalam kloter 36,” ujar Anam, Jumat (1/5).

Baca Juga: Naik Truk Komando hingga Makan Bareng, Ini yang Disampaikan Wawali Surabaya Armuji pada Buruh

Kehamilan Terdeteksi Saat Pemeriksaan Lanjutan

Menurut Anam, kondisi kehamilan baru diketahui saat pemeriksaan lanjutan di asrama haji.

Saat pemeriksaan awal di daerah asal, jemaah tersebut belum terdeteksi hamil.

“Usia kehamilan sudah 6 hingga 7 minggu, sehingga dinyatakan tidak laik terbang sesuai ketentuan. Keputusan ini sudah diterima dengan baik oleh yang bersangkutan, dan suaminya tetap berangkat menunaikan ibadah haji,” jelasnya.

Ia menambahkan, dinamika kondisi kesehatan calon jemaah bisa berubah selama masa persiapan yang berlangsung sekitar dua bulan.

Karena itu, pemeriksaan berlapis menjadi hal penting dalam memastikan kelayakan keberangkatan.

Puluhan Jemaah Tertunda dan Dirawat

Selain dua jemaah yang batal berangkat, PPIH juga mencatat ada enam jemaah yang keberangkatannya masih ditunda di daerah asal.

Sementara itu, sembilan jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya.

Baca Juga: Arsenal vs Fulham: Peluang Emas The Gunners Jauhi Manchester City di Puncak Klasemen!

Data ini menunjukkan bahwa faktor kesehatan masih menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Cuaca Panas di Tanah Suci Jadi Perhatian

PPIH Embarkasi Surabaya juga mengingatkan jemaah terkait kondisi cuaca di Tanah Suci. Saat ini, suhu di Madinah mencapai sekitar 36 derajat Celsius, seiring peralihan musim dari dingin ke panas.

Suhu di Mekkah diperkirakan lebih tinggi, sedangkan wilayah Taif relatif lebih sejuk.

“Perubahan cuaca yang cukup ekstrem ini mengharuskan jemaah menjaga kondisi fisik dan psikis. Persiapan yang matang akan membantu kelancaran ibadah,” kata Anam.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji membutuhkan stamina yang prima karena rangkaian aktivitas yang padat dan menguras tenaga.

Kasus Tahun Lalu Jadi Pembelajaran

Anam juga menyinggung pengalaman tahun sebelumnya, ketika ada jemaah yang mengalami kelahiran prematur setelah dinyatakan layak berangkat.

Hal ini menjadi pelajaran penting agar aspek kesehatan benar-benar diperhatikan sejak awal.

“Kami mengimbau seluruh calon jemaah untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama sebelum berangkat,” tegasnya.

Ratusan Kunjungan di Klinik Asrama Haji

Sementara itu, Ketua Tim Kesehatan Embarkasi Haji Surabaya, dr. Gesta Robi Farmawan, mengungkapkan bahwa sejak dibuka lebih dari sepekan, klinik Asrama Haji telah melayani 375 kunjungan pengobatan.

Rata-rata, sekitar 30 jemaah datang berobat setiap harinya. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi, disusul sakit kepala dan dehidrasi.

“Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal ini tidak lepas dari proses pemeriksaan istitha’ah yang dilakukan lebih ketat dan menyeluruh,” ujarnya.

Dengan pengawasan kesehatan yang lebih optimal, diharapkan risiko gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji dapat ditekan sejak dini.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#jemaah haji jawa timur #Haji 2026 #asrama haji surabaya #embarkasi surabaya