RADAR SURABAYA — Keberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya hingga Kamis (30/4) memasuki hari ke-10.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 12.140 jemaah dan petugas dalam 32 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan ke Madinah pada gelombang pertama.
Para jemaah selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.
Namun, di balik kelancaran proses keberangkatan tersebut, terdapat sejumlah jemaah yang harus menunda keberangkatan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengungkapkan bahwa terdapat kursi kosong (open seat) dalam penerbangan akibat beberapa faktor.
“Total ada 34 kursi kosong. Delapan jemaah sakit di RS Haji, dua pendamping, enam penundaan keberangkatan, serta 18 karena perpindahan kloter,” ujar Anam.
Faktor Kesehatan Jadi Penyebab Utama
Anam menjelaskan, sebagian jemaah yang tertunda berangkat mengalami gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga hipertensi.
Meski sebelumnya telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan, kondisi jemaah dapat berubah dalam waktu singkat.
“Dalam kurun satu bulan setelah pemeriksaan, kondisi jemaah bisa berubah. Karena itu, dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim kesehatan,” jelasnya.
Saat ini, delapan jemaah yang sakit masih menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya.
Keputusan keberangkatan mereka akan ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan terkini.
“Jika sudah dinyatakan sehat, akan diberangkatkan secara susulan. Namun, jika belum memungkinkan, harus dipulihkan terlebih dahulu di Indonesia,” tegasnya.
Prioritaskan Keselamatan Jemaah
PPIH menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Baca Juga: Sinyal Kuat! Presiden IFMA All Out Dukung Muaythai Indonesia
Pihaknya memastikan seluruh jemaah yang tertunda mendapatkan penanganan maksimal.
“Kami pastikan jemaah yang tertunda mendapatkan perawatan terbaik agar bisa segera diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang,” kata Anam.
Saat ini tercatat 10 orang yang masih menunda keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri atas delapan jemaah sakit dan dua pendamping.
Ribuan Jemaah Masih Akan Diberangkatkan
Sementara itu, pada 1 Mei 2026, sekitar 1.900 jemaah dijadwalkan tiba di Embarkasi Surabaya dari lima kloter.
Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Malang, Magetan, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo.
Dengan masih berlangsungnya proses pemberangkatan, PPIH terus memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, sekaligus menjaga kondisi kesehatan jemaah agar dapat menunaikan ibadah haji dengan aman dan nyaman.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan