RADAR SURABAYA – Sebanyak 39.203 jemaah haji Indonesia atau sekitar 19 persen dari total kuota nasional telah tiba di Madinah hingga pekan pertama pemberangkatan.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memastikan proses keberangkatan berjalan lancar saat meninjau Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (28/4).
Dalam kunjungannya, Irfan Yusuf—yang akrab disapa Gus Irfan—mengecek langsung fasilitas, pelayanan, serta kesiapan jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.
“Saya datang hanya untuk menyapa. Saya tidak ingin ada acara seremonial yang bertele-tele karena jemaah sudah menempuh perjalanan panjang,” ujarnya.
39 Ribu Jemaah Sudah Tiba di Madinah
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, dari total 203.000 jemaah haji Indonesia tahun ini, sebanyak 39.203 orang telah tiba di Madinah. Mereka diberangkatkan melalui 101 kelompok terbang (kloter).
Baca Juga: Misi Surabaya Target 250 Medali Emas di Porprov 2027, Gandeng Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit
Menurut Irfan, meskipun terdapat sejumlah kendala, proses pemberangkatan secara umum berjalan baik berkat koordinasi antarpihak.
“Tidak semua berjalan sempurna, tetapi setiap kendala bisa segera diselesaikan dengan cepat,” katanya.
Jemaah Lansia Tetap Antusias Beribadah
Dalam peninjauan tersebut, Irfan juga bertemu dengan sejumlah jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Madiun, Ngawi, dan Pacitan.
Ia mengapresiasi semangat jemaah, termasuk yang berusia lanjut.
“Ada jemaah berusia 87 tahun yang tetap bersemangat menjalankan ibadah,” ujarnya.
Ia pun mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kesehatan hingga menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia dengan selamat.
Evaluasi Layanan Jemaah Haji di Surabaya
Menhaj menilai pelayanan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya secara umum sudah berjalan baik.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Wirausaha Muda, Kemendag Gandeng Unair Luncurkan Program Kampuspreneur
Namun, ia memberikan catatan khusus terkait pelayanan bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Menurutnya, pemeriksaan dokumen sebaiknya tidak dilakukan di ruang terbuka dengan waktu tunggu lama.
Ia mengusulkan agar jemaah lansia langsung diarahkan ke kamar istirahat, sementara petugas mendatangi mereka untuk melakukan pemeriksaan.
Selain itu, Irfan juga meninjau dapur dan memastikan kualitas konsumsi jemaah telah memenuhi standar gizi, mulai dari protein, sayuran, hingga buah-buahan.
Dua Kendala Teknis Pesawat Sudah Ditangani
Terkait evaluasi operasional, Irfan menyebutkan bahwa rapat koordinasi dilakukan setiap hari selama masa pemberangkatan. Secara umum, seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Namun, terdapat dua kendala teknis pada pesawat milik maskapai Saudia yang telah ditangani sesuai prosedur.
“Semua sudah berjalan sesuai jadwal dan kendala yang ada telah kami tindak lanjuti,” pungkasnya.
Dengan perkembangan ini, pemerintah optimistis proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Suci. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan