RADAR SURABAYA - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Umbulharjo, Kota Yogyakarta mencuat ke publik setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4) sore.
Penggerebekan ini dilakukan menyusul laporan adanya tindak penganiayaan dan penelantaran anak yang membuat orang tua resah dan khawatir anak mereka turut menjadi korban.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, membenarkan adanya penggerebekan. “Penggerebekan tempat penitipan anak yang ada penganiayaan dan penelantaran,” ujarnya.
Baca Juga: 4.940 Jemaah Embarkasi Surabaya Sudah Berangkat ke Tanah Suci, Dua Orang Tertunda Akibat Sakit
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menambahkan bahwa pihaknya menduga ada oknum pengasuh yang melakukan perlakuan salah terhadap anak.
“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran,” jelasnya.
Daycare bernama Little Aresha Daycare di Sorosutan, Umbulharjo, langsung didatangi warga dan orang tua setelah kabar penggerebekan tersebar.
Baca Juga: Lagi-Lagi Bocah Meninggal Dianiaya, Kali Ini Balita 1,5 Tahun di Karawang Diduga Dianiaya Pacar Ibu
Sejumlah orang tua mengaku resah dan khawatir anak mereka turut menjadi korban.
Salah satu wali murid, HF, menyebut keponakannya yang berusia 3,5 tahun mengalami trauma sejak awal dititipkan.
“Baru masuk satu hari, di hari kedua anak sudah ketakutan. Setiap mau berangkat selalu bilang tidak mau. Intinya dia takut sekali untuk masuk ke sana,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Sabtu (25/4).
Baca Juga: Viral! Tubuh Penuh Lebam, Siswa SD di Pematangsiantar Ini Diduga Dianiaya Ayahnya
HF menambahkan bahwa anak sempat menyebut pengasuh bersikap galak. “Katanya miss-nya galak-galak. Awalnya kami pikir karena belum penyesuaian saja, tapi ketakutannya tidak wajar,” katanya.
Informasi yang beredar di media sosial memperkuat kecurigaan keluarga korban.
HF mengaku mendapat kabar bahwa ada anak yang sempat diikat tangannya oleh pengasuh. Meski tidak ditemukan luka fisik, trauma psikis membuat anak dipindahkan ke sekolah lain.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, sejumlah saksi masih diperiksa untuk mengungkap motif di balik dugaan kekerasan tersebut.
Baca Juga: Ini Pesan Maia Estianty di Siraman El Rumi dan Syifa Hadju
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dugaan kekerasan terhadap anak,” pungkas Kompol Rizky Adrian. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari