Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prediksi Pakar Astronomi BRIN Prof Thomas Djamaluddin: Iduladha 1447 Hijriah Berpotensi Serentak, Jatuh 27 Mei 2026

Lambertus Hurek • Sabtu, 25 April 2026 | 16:24 WIB
Prof Dr Thomas Djamaluddin
Prof Dr Thomas Djamaluddin

 

RADAR SURABAYA – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diprediksi akan berlangsung serentak. Pemerintah Indonesia, Muhammadiyah, maupun Arab Saudi berpeluang merayakannya pada hari yang sama, yakni Rabu, 27 Mei 2026.

Pakar astronomi dari (BRIN), , mengatakan, keseragaman itu didasarkan pada perhitungan astronomi terbaru terkait posisi hilal.

Baca Juga: Aturan Ketat di Embarkasi Surabaya, Makanan Dari Luar Dilarang Dikonsumsi Jemaah Demi Cegah Penyakit yang Hambat Keberangkatan

Menurut dia, pada saat magrib 16 Mei 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru . Karena itu, 1 Zulhijah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga Iduladha bertepatan dengan 27 Mei 2026.

“Data hisab menunjukkan awal Zulhijah akan sama, sehingga Iduladha juga berpotensi seragam,” ujar Thomas.

Dia menjelaskan, berdasarkan kriteria MABIMS, hilal pada 16 Mei 2026 masih berada di bawah ambang batas visibilitas di kawasan Asia Tenggara.

 Sementara itu, jika menggunakan kriteria Turki atau Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), posisi bulan sebenarnya sudah memenuhi syarat di sebagian wilayah benua Amerika setelah pukul 00.00 UTC.

Namun, terdapat catatan penting. Ijtimak atau konjungsi terjadi setelah fajar di Selandia Baru, sehingga secara global awal bulan tetap jatuh pada 18 Mei 2026. “Dengan kondisi itu, hasilnya tetap sama. Iduladha jatuh 27 Mei 2026,” jelas dia.

Baca Juga: Fasad Toko Nam Surabaya Dibongkar,  Warga Senior Surabaya Mengenang Belanja saat Muda Dulu 

Prediksi ini sekaligus memperkuat peluang tidak adanya perbedaan penetapan seperti yang terjadi pada Idulfitri 1447 Hijriah lalu. Saat itu, terjadi perbedaan karena variasi metode hisab dan rukyat yang digunakan masing-masing pihak.

Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu keputusan pemerintah. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat setelah melakukan rukyatul hilal pada 29 Zulkaidah 1447 Hijriah atau 17 Mei 2026.

Jika hasil rukyat sesuai dengan data hisab, maka Iduladha tahun ini akan menjadi momentum kebersamaan umat Islam karena dirayakan secara serentak di berbagai negara.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#Thomas Djamaluddin #Iduladha 1447 hijriah #kapan idul adha #penetapan iduladha #BRIN