RADAR SURABAYA – Upaya pencegahan penyakit menular menjadi prioritas dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Setiap pesawat yang mengangkut jemaah haji dari Embarkasi Surabaya wajib menjalani pemeriksaan sanitasi ketat sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada seluruh bagian pesawat, mulai dari kabin, toilet, dapur, hingga ruang kokpit.
Selain itu, barang dan fasilitas penunjang di dalam pesawat juga turut diperiksa guna memastikan tidak menjadi sumber penyebaran penyakit.
Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan bahwa pemeriksaan sanitasi dilakukan secara rutin setiap pesawat tiba di Bandara Internasional Juanda.
“Begitu pesawat mendarat, petugas dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan langsung melakukan pemeriksaan di dalam kabin,” ujarnya, Kamis (23/4).
Pemeriksaan Dilakukan Sebelum Jemaah Naik Pesawat
Rosidi menjelaskan, pemeriksaan pesawat milik Saudia dilakukan sekitar tiga hingga empat jam sebelum jemaah naik ke dalam pesawat.
Langkah ini bertujuan memastikan pesawat dalam kondisi steril dan aman sebelum digunakan untuk penerbangan jarak jauh antarnegara.
“Pemeriksaan dilakukan 3–4 jam sebelum jemaah masuk ke pesawat,” jelasnya.
Cek Vektor Penyakit hingga Kualitas Air
Tak hanya membersihkan, petugas juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap potensi vektor atau pembawa penyakit di dalam pesawat.
Seluruh area diperiksa untuk memastikan tidak ada jejak serangga atau mikroorganisme berbahaya.
Selain itu, kualitas air di dalam pesawat, khususnya pada fasilitas toilet, juga diuji untuk memastikan memenuhi standar kesehatan.
Petugas bahkan memeriksa sampel cairan insektisida yang digunakan saat pesawat lepas landas guna memastikan efektivitasnya dalam membunuh serangga.
Seluruh Pesawat Penuhi Standar Kesehatan Internasional
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pesawat yang berangkat dari Surabaya menuju Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz dinyatakan aman dan memenuhi standar sanitasi penerbangan internasional.
“Hasilnya semua memenuhi syarat sanitasi penerbangan,” tegas Rosidi.
116 Kloter Diterbangkan, Transit di Kualanamu
Sebanyak lima unit pesawat jenis Airbus A330-300 disiapkan untuk mengangkut total 116 kelompok terbang (kloter) jemaah haji dari Embarkasi Surabaya.
Setiap penerbangan menempuh waktu sekitar 10 jam dengan transit di Bandara Kualanamu selama kurang lebih 45 menit untuk pengisian bahan bakar.
Hingga saat ini, tercatat tujuh kloter dengan total 2.660 jemaah haji telah diberangkatkan menuju Tanah Suci dengan aman dan lancar.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan