Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lagi-Lagi Bocah Meninggal Dianiaya, Kali Ini Balita 1,5 Tahun di Karawang Diduga Dianiaya Pacar Ibu

Nurista Purnamasari • Minggu, 19 April 2026 | 16:43 WIB
Ilustrasi. (PINTEREST)
Ilustrasi. (PINTEREST)

RADAR SURABAYA - Kasus kematian balita gara-gara dianiaya kembali terjadi. Usai kasus di Kediri balita meninggal dianiaya neneknya, kali ini seorang balita laki-laki berinisial TP, 1,5, warga Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat meninggal dengan tubuh penuh memar. 

Balita yang akrab disapa Al dilaporkan meninggal dunia secara tidak wajar pada Selasa (14/4), dengan dugaan kuat menjadi korban penganiayaan oleh R, pacar dari ibu kandungnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini mencuat setelah pihak keluarga menemukan sejumlah luka mencurigakan pada tubuh korban saat dibawa pulang dari fasilitas kesehatan. 

Baca Juga: Dituduh Bikin Onar, Mahasiswa Jadi Korban Penipuan di Karang Menjangan Surabaya, Motor Lenyap

Kematian Al bermula ketika ibunya, Norma, menghubungi ibu sambung korban, Komalasari, pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB untuk segera datang ke Klinik Azzahra.

Namun, setibanya di klinik, kondisi Al sudah sangat memprihatinkan dan dalam keadaan kolaps. 

Pihak klinik kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Hastien, tetapi nyawanya tidak tertolong sebelum tiba di rumah sakit. 

Baca Juga: Miris! Diduga Jadi Korban KDRT, Balita di Kediri Meninggal, Selang Air hingga Paralon Jadi Barang Bukti

“Setengah perjalanan ke Hastien itu bocah sudah menghembuskan napas,” kata Komalasari saat ditemui di rumahnya, Kamis (16/4).
Kesaksian Keluarga dan Warga

Keluarga menemukan banyak kejanggalan pada tubuh korban, termasuk luka memar di dahi, rahang, dada, hingga paha. 

“Kayak bekas cubitan, rahang sebelah kanan itu bekas gigitan, dada sebelah sini entahlah apa, sama yang di paha bekas cubitan,” ungkap Komalasari.

Tetangga kontrakan, Taswi, juga mengaku sering mendapati luka memar setiap kali Al pulang setelah diajak pergi oleh pacar ibunya. 

Ngomongnya sok ragrag. Piraku ragrag kos tapak huntu tea kos tapak digegel (Bilangnya suka jatuh. Masa jatuh seperti bekas gigi digigit),” ujarnya.

Kesaksian lain datang dari Rosmiati, anak pemilik kontrakan, yang menyebutkan bahwa pada hari kejadian korban diajak ke bengkel oleh R. 

Baca Juga: Kenal dari Aplikasi Kencan, Perempuan di Surabaya Jadi Korban Penipuan, Mobil Dibawa Lari

Saat dikembalikan, kondisi Al sudah memprihatinkan dengan luka di pipi dan dahi serta cairan keluar dari mulut.

Terduga pelaku R diketahui merupakan warga asal Kabupaten Bekasi. Setelah kematian Al, keberadaan R mendadak hilang dan kini tengah dicari warga sekitar yang geram atas peristiwa tersebut.

Keluarga telah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polres Karawang. Menanggapi laporan tersebut, Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pengecekan dan pendalaman.

Baca Juga: Ironi Juara! Jatim Dominasi Loncat Indah tapi Belum Punya Kolam Sendiri

“Kami sudah menerima laporan keluarga dan saat ini tim penyidik sedang mendalami kasus tersebut,” ujarnya.

Kasus kematian balita di Karawang ini menambah daftar panjang anak-anak yang meninggal dengan tragis akibat menjadi koran kekerasan dari orang terdekat. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#balita meninggal dianiaya #karawang