RADAR SURABAYA - Viral di media sosial video sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru dengan mengacungkan jari tengah.
Insiden ini terjadi setelah jam pelajaran berakhir dan melibatkan sembilan siswa kelas IX IPS dan merupakan kejadian pertama di sekolah tersebut. Guru yang menjadi korban diketahui merupakan tenaga pengajar baru.
Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) langsung menindaklanjuti peristiwa tersebut.
Baca Juga: Amankah Jantung Berdebar Setelah Minum Kopi? Begini Penjelasannya
Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa insiden terjadi usai pelajaran kebinekaan.
Berdasarkan penuturan kepala sekolah, setelah kelas berakhir, beberapa siswa melakukan aksi tidak terpuji dengan mengejek guru.
“Kronologinya, mereka telah selesai pelajaran kebinekaan, soal aneka makanan yang diolah oleh mereka. Kemudian setelah itu terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu,” ujar Purwanto.
Baca Juga: Pelaku KDRT Bocah 4 Tahun di Kediri Ternyata Neneknya Sendiri, 2 Saudaranya Juga Jadi Korban
Pihak sekolah segera memanggil siswa yang terlibat beserta orang tua mereka. Dari hasil pemanggilan, semua pihak mengakui kesalahan.
“Kemudian, setelah itu anak-anak dipanggil, orang tua dipanggil, semua menyadari telah melakukan kesalahan. Orang tuanya juga menyayangkan, anaknya menyesal ya, kemudian sekolah melakukan langkah untuk pembinaan,” tambah Purwanto.
Disdik Jabar menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan karakter siswa.
Baca Juga: Tak Hanya Kopi, Racikan Teh Kini Juga Kian Diminati
“Kita belum dalami sampai ke situ, seperti apa alasannya kita belum. Itu lagi dialami sekolah,” jelas Purwanto.
Sebagai langkah lanjutan, Disdik Jabar mendorong pendekatan pembinaan karakter terhadap para siswa.
Sebagai konsekuensi awal, sekolah menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari kepada sembilan siswa tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengusulkan agar hukuman dialihkan ke bentuk kerja sosial yang lebih mendidik, seperti membersihkan toilet.
Baca Juga: Mulai Hari Ini, Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik
"Saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah. Menyapu dalam setiap hari dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan," ucap Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, sanksi fisik berupa kerja sosial jauh lebih efektif dalam membentuk karakter daripada sekadar merumahkan siswa.
Ia menyarankan durasi hukuman ini bisa berlangsung satu hingga tiga bulan, tergantung perubahan sikap siswa.
"Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter. Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orangtua dan oleh gurunya," pungkas Dedi.
Baca Juga: Kangen Rumah, DPO Kasus Curanmor di Kalimas Udik Surabaya Akhirnya Ditangkap
Setelah video tersebut viral dan mendapatkan pembinaan dari sekolah dan Dindik Jabar, siswa-siswa tersebut membuat video permintaan maaf. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari