RADAR SURABAYA— Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi dilantik sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya 1447 Hijriah/2026.
Pelantikan dilakukan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Surabaya, Jumat (17/4).
Penunjukan tersebut menandai peran strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengoordinasikan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya bagi ribuan jamaah dari berbagai daerah yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya.
Khofifah menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada jamaah haji menjadi indikator utama keberhasilan penyelenggaraan haji nasional.
Baca Juga: Kejati Jatim Tetapkan Kadis ESDM Jadi Tersangka, Sita Uang Miliaran
Oleh karena itu, ia meminta seluruh petugas bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, citra pemerintah berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya. Niatkan setiap pengabdian lillahi ta’ala, insyaallah bernilai pahala,” ujarnya.
Layani 44.087 Jamaah dari Tiga Provinsi
Pada musim haji 2026, Embarkasi Surabaya akan melayani total 44.087 jamaah, yang terdiri atas 43.623 calon jamaah haji dan 464 petugas kelompok terbang (kloter). Mereka terbagi dalam 116 kloter.
Rinciannya, sebanyak 42.409 jamaah berasal dari Jawa Timur, 698 jamaah dari Bali, serta 516 jamaah dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini menunjukkan bahwa Embarkasi Surabaya menjadi salah satu pusat keberangkatan haji terbesar di Indonesia dengan cakupan lintas provinsi.
Jamaah kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, kloter terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026 dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.
Baca Juga: Berantas Rokok Ilegal, Satpol PP Jatim Amankan 9 Juta Batang selama Januari hingga Maret
Tekankan Sinergi Lintas Sektor
Khofifah menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarpetugas lintas sektor guna memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi pelayanan jamaah, transportasi, kesehatan, hingga keamanan.
“Apabila pelayanan PPIH baik, maka citra pemerintah juga baik. Sebaliknya, jika pelayanan kurang optimal, maka kepercayaan publik juga akan terpengaruh. Mari kita berikan dedikasi terbaik,” tegasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan tertib, aman, dan membawa keberkahan bagi para jamaah.
“Dengan rida Allah, semoga seluruh proses ibadah haji berjalan lancar dan para jamaah kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur,” tuturnya.
Uji Kelayakan Konsumsi Jamaah
Usai pelantikan, Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jamaah haji selama penerbangan.
Menurutnya, variasi menu telah disiapkan untuk mengakomodasi selera jamaah, termasuk bagi yang tidak menyukai makanan pedas.
Bumbu dan sambal disajikan secara terpisah agar dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, khususnya dalam aspek konsumsi, yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan jamaah selama perjalanan ibadah haji.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan