Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sungai Pemalang Tersumbat Limbah Usus Hewan, Warga Keluhkan Bau Menyengat

M Firman Syah • Jumat, 17 April 2026 | 07:18 WIB
Tangkapan layar: sebuah karung yang berisi usus hewan.
Tangkapan layar: sebuah karung yang berisi usus hewan.

PEMALANG – Tumpukan karung berisi limbah usus hewan ditemukan menyumbat aliran sungai di Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Peristiwa ini viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @pemalang.update pada Kamis (16/4).

Dalam video yang beredar, terlihat karung plastik berisi usus ternak menumpuk di aliran sungai depan SD 01 Cibiyuk hingga menghambat arus air. Kondisi tersebut memicu keresahan warga karena menimbulkan bau tidak sedap serta mengundang banyak lalat di sekitar lokasi.

Baca Juga: Dari Limbah Menjadi Sumber Penghidupan, Perempuan Nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat Kembangkan Usaha lewat Sinergi Ultra Mikro BRI

Dalam keterangan unggahan, limbah tersebut diduga sengaja dibuang oleh pihak tidak bertanggung jawab. Selain mencemari lingkungan, keberadaannya juga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Tidak diketahui siapa pelakunya, tumpukan karung plastik berisi limbah usus hewan ternak menyumbat aliran sungai di Desa Cibiyuk. Bau yang menyengat serta banyaknya lalat juga terlihat muncul di lokasi,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Earth Hour 2026 Ala Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya, Kolaborasi Eco Fashion Hingga Pembuatan Lilin Dari Limbah Minyak Goreng Bekas

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemalang, Ahmady Stiawan Widiatmojo, menyatakan pihaknya baru menerima laporan terkait kejadian tersebut dan akan segera melakukan penanganan.

“Informasi ini baru saya terima. Nanti petugas pengawas akan melakukan pengecekan untuk mengidentifikasi masalah serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa,” tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa dan Dosen Luar Negeri Dikenalkan Kreasi Ramah Lingkungan dari Limbah Batik Gedi di Sekolah YPPI 1 Surabaya

DLH Pemalang akan menelusuri sumber limbah serta pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pengecekan lapangan dan koordinasi lintas pihak.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang limbah sembarangan, terutama ke aliran sungai. Dalam aspek Lingkungan Hidup, pembuangan limbah organik secara tidak terkelola dapat mencemari air dan merusak ekosistem.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya aliran sungai yang memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat. (rra/fir)

Editor : M Firman Syah
#sampah #lingkungan hidup #pencemaran sungai #kesehatan #limbah