Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur NTT Melki Laka Lena Apresiasi Kultur Lamaholot, Dorong Penguatan Ekonomi Berbasis Budaya

Lambertus Hurek • Sabtu, 11 April 2026 | 03:18 WIB

 Gubernur NTT Melki Laka Lena menghadiri seminar dan ekspo budaya Lamaholot di Kupang. (IST)

Gubernur NTT Melki Laka Lena menghadiri seminar dan ekspo budaya Lamaholot di Kupang. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Seminar Nasional dan Expo Lamaholot menjadi puncak Festival Budaya Lamaholot yang digelar di GOR Flobamorata Oepoi, Kupang, pada Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan nasional sebagai upaya memperkuat peran budaya dalam pembangunan ekonomi kawasan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Anggota DPR RI Ahmad Yohan, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, Bupati Lembata Kanis Tuak, Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen, serta Plt Sekda Alor Obeth Bolang.

Baca Juga: Kampung Grogol di Surabaya Tempo Dulu Jadi Benteng Pertahanan

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kekuatan kultural Lamaholot tidak boleh berhenti pada identitas semata. Nilai solidaritas, sejarah, dan kekerabatan harus didorong menjadi kekuatan ekonomi yang terintegrasi dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Lamaholot bukan sekadar identitas etnis, melainkan sebuah peradaban dengan jejaring sosial yang kuat lintas wilayah, mulai dari Lembata, Flores Timur hingga Alor. Mobilitas dan interaksi yang telah terbangun secara alami menjadi modal besar dalam memperkuat ekonomi kawasan.

“Solidaritas, sejarah, dan kekerabatan yang selama ini hidup harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi yang terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan visi besar “Flobamorata”, yakni persatuan dan keterhubungan antarwilayah. Fondasi itu dinilai sudah ada, sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih terarah dan produktif.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Pengusaha Roti di Surabaya Khawatir Kehilangan Pelanggan

Melki juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan para kepala daerah di wilayah Lamaholot untuk mendorong pembangunan berbasis kawasan budaya. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan administratif semata karena bertumpu pada kekuatan kekerabatan yang nyata.

Sejak dahulu, masyarakat Lamaholot telah membangun sistem ekonomi lokal melalui aktivitas perdagangan antarwilayah atau pola “baku jual”. Pola tersebut dinilai sebagai kekuatan yang perlu diperkuat, ditata, dan dikembangkan agar perputaran ekonomi semakin kokoh tanpa ketergantungan berlebih dari luar.

Selain itu, keluarga besar Lamaholot di Kupang didorong menjadi motor penggerak awal dalam menggerakkan ekonomi berbasis kekerabatan. Kekerabatan tidak hanya untuk dirayakan, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan produktif yang nyata.

Ia juga mengingatkan agar kekuatan sosial dan politik yang besar tersebut dijaga untuk memperkuat persatuan dan pembangunan, bukan sebaliknya. Melalui forum ini, diharapkan lahir langkah konkret dalam mentransformasikan budaya menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan demi kemajuan Nusa Tenggara Timur.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#Lamaholot #gubernur ntt #Lembata NTT #flores timur #Melki Laka Lena