RADAR SURABAYA – Asrama Haji Surabaya terus berbenah menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Sejumlah fasilitas ditingkatkan untuk mendukung kenyamanan jemaah, terutama bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Langkah ini sejalan dengan program Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan yang diusung Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada musim haji tahun ini.
Jemaah haji dijadwalkan mulai masuk ke Embarkasi Surabaya pada 21 April 2026. Untuk itu, berbagai persiapan dilakukan secara intensif, mulai dari pembenahan kamar hingga fasilitas umum.
Baca Juga: Diduga Gegara Mainan, Warung Nasi Bebek di Tanjung Sadari Surabaya Ludes Terbakar
Kepala Asrama Haji Surabaya, Fentin Istifa’iyah, mengatakan bahwa fokus utama saat ini adalah penyiapan akomodasi yang layak dan nyaman.
“Fokus kami pada penyiapan akomodasi bagi jemaah haji, termasuk aula penerimaan dan pemberangkatan, kamar-kamar jemaah, serta fasilitas pendukung bagi PPIH Embarkasi,” ujarnya, Selasa (7/4).
Prioritaskan Lansia dan Disabilitas
Sebagai bentuk perhatian khusus, pihak asrama menempatkan jemaah lansia dan penyandang disabilitas di lantai dasar. Kebijakan ini diambil karena tidak semua gedung dilengkapi fasilitas lift.
Gedung Shofa dan Zamzam menjadi pengecualian karena telah memiliki lift. Namun, tetap diprioritaskan agar lansia dan disabilitas berada di lantai bawah guna memudahkan mobilitas dan penanganan darurat.
“Lansia dan disabilitas kami tempatkan di lantai satu atau lantai dasar, agar lebih mudah dijangkau jika membutuhkan penanganan khusus,” jelas Fentin.
Jamban Jongkok Diganti Jadi Duduk
Salah satu perubahan paling signifikan adalah renovasi kamar mandi. Seluruh jamban jongkok di lantai satu kini sedang diubah menjadi jamban duduk.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan jemaah lansia yang kerap mengalami kesulitan saat menggunakan toilet jongkok.
Baca Juga: Turnamen Domino Nasional di Surabaya Siap Digelar, 1.000 Peserta Rebut Hadiah Rp200 Juta!
“Kami targetkan sebelum penyelenggaraan haji, seluruh jamban jongkok sudah diganti menjadi jamban duduk. Mudah-mudahan pada 17 April semuanya selesai,” katanya.
Fasilitas Tambahan Demi Kenyamanan
Selain perbaikan kamar mandi, Asrama Haji Surabaya juga melakukan penyesuaian pada fasilitas tempat tidur.
Ranjang susun yang masih tersedia di lantai dua tetap digunakan, namun hanya bagian bawahnya saja.
Bagian atas ranjang dikosongkan guna menghindari risiko kecelakaan serta memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah.
Tak hanya itu, layanan mobil golf juga disiapkan untuk membantu mobilitas jemaah di dalam kawasan asrama.
Renovasi Kamar Dikebut
Dari total 587 kamar yang tersedia, sekitar 100 kamar membutuhkan perbaikan. Hingga saat ini, proses renovasi telah mencapai sekitar 70 kamar.
Pihak pengelola optimistis seluruh perbaikan dapat selesai tepat waktu sebelum kedatangan jemaah.
“Harapannya semua kamar siap digunakan, sehingga tidak ada kekurangan fasilitas bagi jemaah haji,” pungkas Fentin.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan