JAKARTA – Minuman teh yang kini akrab di meja masyarakat Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial. Di balik kesederhanaannya, teh menyimpan perjalanan historis yang erat kaitannya dengan perdagangan, budaya, dan perkembangan ekonomi di Tanah Air.
Teh diketahui telah dikenal di Nusantara sejak masa Hindu-Buddha, ditandai dengan temuan porselen dari China berbagai dinasti. Namun, budidaya teh secara lebih terarah baru dimulai pada abad ke-17, ketika VOC memperkenalkan tanaman ini melalui seorang botanis bernama Andreas Cleyer.
Baca Juga: Aksesoris Rumah Tangga dari Kantong Teh Celup Bekas, Inovasi Mahasiswa Universitas Surabaya
Cleyer membawa biji teh dan menanamnya di Batavia. Pada tahap awal, tanaman tersebut belum dimanfaatkan sebagai komoditas, melainkan hanya sebagai tanaman hias.
Perkembangan budidaya teh mulai menunjukkan kemajuan pada 1826, saat pemerintah kolonial mengembangkan tanaman ini di Kebun Raya Bogor. Setahun kemudian, penanaman teh diperluas ke sejumlah wilayah di Jawa, seperti Wanayasa dan lereng Gunung Raung.
Sejak saat itu, teh mulai dikenal sebagai minuman konsumsi masyarakat. Memasuki 1830, kebiasaan minum teh semakin meluas, terutama sebagai minuman pagi hari.
Baca Juga: Tumpukan Sampah Rusak Pesona Kebun Teh Pangalengan, Akses Warga Terganggu
Pada masa tersebut, masyarakat lebih banyak mengonsumsi teh kelas menengah dengan aroma kuat dan harga terjangkau. Sementara itu, teh berkualitas tinggi justru diekspor ke Eropa, terutama ke Amsterdam, sebagai bagian dari komoditas perdagangan kolonial.
Industri teh di Indonesia berkembang pesat setelah masuknya varietas teh Assam dari Sri Lanka pada 1877. Produksi meningkat signifikan, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Sheraton Surabaya Hotel Ajak Bikin Batik Ramah Lingkungan, Ampas Kopi dan Teh Jadi Pewarna Alaminya
Pada periode 1940 hingga 1980, tercatat ratusan perusahaan teh berdiri di Indonesia. Bahkan setelah kemerdekaan pada 1945, teh tetap menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian nasional.
Kini, teh tidak hanya berfungsi sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Tradisi menyajikan teh kepada tamu serta kebiasaan minum teh sehari-hari menunjukkan kuatnya peran minuman ini dalam kehidupan sosial. (she/fir)
Editor : M Firman Syah